Sebuah makalah berjudul ‘Leonardo da Vinci’s Visualization of Gravity as a Form of Acceleration’ (Visualisasi Gravitasi Leonardo da Vinci sebagai Bentuk Percepatan) yang diterbitkan dalam jurnal Leonardo pada 1 Februari, membuat para peneliti menggunakan pandangan baru pada salah satu buku catatan da Vinci.
Insinyur dari Caltech telah menemukan, bahwa pemahaman Leonardo da Vinci tentang gravitasi, meskipun tidak sepenuhnya akurat, berabad-abad lebih cepat dari zamannya.
Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa polymath yang terkenal itu telah merancang eksperimen, di mana dalam eksperimen tersebut menunjukkan bahwa gravitasi adalah bentuk percepatan.
Baca Juga: Struktur Galaksi di Alam Semesta Awal, Ternyata Jauh Lebih Beragam
Lalu lebih lanjut, ia memodelkan konstanta gravitasi dengan akurasi sekitar 97 persen.
Da Vinci, yang hidup dari tahun 1452 hingga 1519, jauh di depan kurva dalam mengeksplorasi konsep-konsep ini.
Baru pada tahun 1604, Galileo Galilei berteori bahwa jarak yang ditempuh oleh benda jatuh sebanding dengan kuadrat waktu yang berlalu.
Kemudian pada akhir abad ke-17, Sir Isaac Newton memperluasnya untuk mengembangkan hukum gravitasi universal, menggambarkan bagaimana objek tertarik satu sama lain.
Rintangan utama Da Vinci dibatasi oleh peralatan yang dimilikinya. Misalnya, dia kekurangan alat untuk mengukur waktu dengan tepat saat benda jatuh.
Eksperimen Da Vinci pertama kali ditemukan oleh Mory Gharib, Profesor Teknik Penerbangan dan Medis Hans W Liepmann, di Codex Arundel.







