Lingkungan Sudah Tak Aman dan Tak Nyaman
Deliserdang-Beritasatunews.id | Gelombang kekecewaan dan ketidakpuasan meluas di kalangan warga Dusun Satu, tepatnya di wilayah Perumahan Medan Hills, Blok Kruwing, Desa Laubakri, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara. Sejumlah warga menyuarakan kritik keras terhadap kinerja Kepala Dusun Satu setempat, yang dinilai tidak mampu bekerja maksimal dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Pihak perangkat desa tersebut dianggap gagal mengatasi masalah krusial berupa maraknya aksi pencurian dan pembobolan rumah yang belakangan ini semakin meresahkan warga.
Keluhan ini disampaikan langsung oleh salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan sepenuhnya. Ia mengaku takut jika namanya diketahui, namun merasa tidak bisa lagi diam melihat kondisi keamanan di lingkungannya yang kian memprihatinkan dan membuat resah seisi perumahan. Menurut pengakuannya, ketidakmampuan Kepala Dusun dalam menangani persoalan keamanan sudah sangat terasa dan dirasakan langsung dampaknya oleh seluruh warga.
Keresahan ini bermula dari seringnya terjadi kasus pembobolan rumah yang dilakukan oleh Orang Tak Dikenal (OTK). Salah satu kejadian terbaru yang sempat menggemparkan warga terjadi belum lama ini, di mana sebuah rumah kosong milik warga menjadi sasaran empuk kejahatan. Saat itu, rumah tersebut ditinggalkan pemiliknya dalam waktu yang cukup lama, dengan kondisi pintu terkunci dan aliran listrik dalam keadaan mati sepenuhnya.
“Baru saja kejadian itu menimpa tetangga kami. Rumah itu kosong, pemiliknya pergi lama, dan lampunya mati total. Pelaku dengan sangat leluasa masuk ke dalam rumah, lalu mengambil semua benda berharga, perabotan, dan barang-barang berharga lainnya. Mereka bertindak seolah tidak ada rasa takut sama sekali, seakan tahu betul bahwa keamanan di sini sangat lemah,” ungkap warga tersebut dengan nada kesal.
Lebih miris lagi, ia menjelaskan bahwa kejadian seperti itu bukanlah yang pertama atau kedua kalinya, melainkan sudah menjadi pemandangan yang kerap terjadi dan berulang terus-menerus. Modus operandi pelaku pun semakin berani dan bengis. Tidak hanya mengambil barang di dalam rumah, para pencuri bahkan tega merombak bangunan rumah yang kosong. Mulai dari lembaran seng atap, bingkai jendela, daun pintu, hingga kusen-kusen kayu atau aluminium, semuanya dibawa lari hingga habis tak bersisa.
“Banyak rumah di sini yang kondisinya kini tinggal tersisa dinding dan batu saja. Pintu, jendela, perlengkapan kamar mandi, semuanya raib dicuri orang. Kenapa hal ini bisa terjadi? Karena sudah tidak ada lagi warga yang mau melakukan ronda malam atau menjaga keamanan bersama. Pos penjagaan kosong, jadwal ronda hilang, dan tidak ada pengawasan dari pihak mana pun. Akibatnya, jika ada warga yang harus meninggalkan rumah untuk pergi ke luar kota atau keperluan lain, kami pasti merasa sangat was-was dan cemas. Kami tidak tenang, karena sadar betul lingkungan ini sudah tidak aman lagi,” tambahnya.
Kondisi keprihatinan ini membuat warga menilai bahwa koordinasi maupun tindakan nyata dari pihak Pemerintah Desa Laubakri, khususnya yang dijalankan oleh Kepala Dusun Satu, sangat jauh dari harapan. Warga merasa tidak mendapatkan perlindungan dan pelayanan maksimal sebagaimana tugas pokok dan fungsi seorang perangkat desa. Akibat kelalaian ini, citra dan kewibawaan pemerintah desa di mata masyarakat pun perlahan memudar.
Oleh karena itu, warga dengan tegas menyampaikan harapan dan permintaan resmi agar Pemerintah Desa Laubakri segera turun tangan melakukan evaluasi kinerja secara mendalam dan serius terhadap Kepala Dusun Satu. Langkah ini dianggap sangat mendesak demi mengembalikan rasa aman, nyaman, dan damai yang semestinya menjadi hak seluruh warga.
“Kami berharap Pemerintah Desa segera mengevaluasi kinerja Kadus kami. Jangan sampai kami merasa terabaikan seperti ini terus-menerus. Lingkungan kami sudah tidak nyaman lagi untuk ditinggali. Kami butuh tindakan nyata, bukan sekadar janji atau diam saja melihat keadaan semakin kacau,” tegasnya berharap.
Menanggapi berbagai tudingan dan keluhan yang berkembang di masyarakat, awak media berusaha menelusuri kebenaran ini dengan menghubungi langsung Kepala Dusun Satu yang berinisial WG melalui sambungan telepon selulernya, pada Senin (25/5/2026) sekitar pukul 13.33 WIB.
Merespons isu pembobolan rumah yang dituding marak terjadi, WG memberikan pernyataan yang sedikit berbeda dengan apa yang dirasakan warga. Ia mengaku secara resmi belum pernah menerima laporan kejadian maupun aduan langsung dari korban maupun warga sekitar.
“Mengenai kabar ada rumah yang dibobol itu, sejauh ini belum ada satu pun korban atau tetangga yang datang melapor kepada saya. Begitu juga dengan pihak kepolisian di Polsek Kutalimbaru, belum ada laporan resmi yang masuk terkait kejadian tersebut. Jadi sejauh ini saya belum memegang data pasti soal itu,” jawab WG saat dikonfirmasi.
Sementara itu, terkait hilangnya sistem keamanan lingkungan dan tidak berfungsinya pos ronda yang membuat celah bagi pencuri, WG memberikan penjelasan lain. Menurutnya, dulunya sistem keamanan berjalan sangat baik dan terorganisir, namun semuanya berubah drastis karena hilangnya rasa persatuan dan kepedulian antarwarga sendiri.
“Dulu kita punya jadwal ronda, ada tim keamanan, dan pos penjagaan sudah kita bangun. Namun lama-kelamaan, rasa kekompakan warga itu hilang. Banyak yang tidak mau tahu urusan lingkungan, jadwal jaga sering diabaikan, sehingga tim keamanan yang bertugas merasa jenuh dan kecewa sendiri. Akhirnya, kegiatan ronda itu pun bubar dengan sendirinya karena memang tidak didukung oleh partisipasi warga,” jelas WG berusaha menjelaskan kondisi yang terjadi.
Hingga berita ini diturunkan, suasana di Perumahan Medan Hills masih dipenuhi rasa cemas. Warga tetap berharap ada solusi pertemuan duduk bersama antara pihak desa, perangkat dusun, dan warga untuk mencari jalan keluar terbaik, agar keamanan kembali pulih dan kasus pencurian tidak lagi menghantui malam-malam warga Desa Laubakri. * B1N-Nardi







