Medan-Beritasatunews.id | Persatuan Perempuan Tauhid Tasawuf (P2T) Sumatera Utara (Sumut) bersama Forum Majelis Taklim Sumut, melaksanakan kegiatan pengajian dan zikir, di Lapas Perempuan Kelas II A Tanjung Gusta Medan, selasa (6/6/2023).
Kunjungan ini merupakan bentuk silaturahmi pengajian ibu-ibu P2T Sumut beserta Forum Majelis Taklim Sumatera Utara, kepada warga binaan di Lapas Perempuan Tanjung Gusta Medan.
Ketua Forum Majelis Taklim Sumatera Utara Datok Hj Hikmatul Fadillah SH MM mengatakan, pengajian dan zikir dilaksanakan agar para warga binaan diberikan ketabahan dan kesabaran atas cobaan, sekaligus memohon ampun kepada Allah SWT atas segala salah dan khilaf.
“Kehadiran kami di sini sebagai bentuk empati, sekaligus dukungan moral kepada warga binaan di Lapas Perempuan Tanjung Gusta Medan. Adapun pengajian dan zikir dilaksanakan, agar mereka sabar dan ikhlas menerima ketentuan Allah, sekaligus menyadarkan mereka untuk tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama ketika mereka nantinya bebas,” ujar DatoK Hikmatul Fadillah kepada media.
Disampaikan tokoh perempuan ini, bahwa pengajian dan zikir dilaksanakan P2T Sumut dan Forum Majelis Taklim Sumatera Utara karena peduli kepada kaum perempuan, terutama mereka yang sedang menjalani hukuman.
Sebab, lanjut Datok Hikmatul Fadillah, prinsip ajaran tauhid dan tasawuf itu bagaimana kita bisa mengajak kepada kebaikan, dan meninggalkan segala keburukan.
“Abuya Syeikh Haji Amran Waly Al-Kholidi berpesan, bahwa ajaran tauhid dan tasawuf itu intinya kita mengajak orang lain untuk berbuat baik, tanpa melihat latar belakang sosial, ekonomi, dan tanpa membedakan satu dan lainnya,” ujar penggiat Pendidikan anak, sekaligus Ketua Yayasan Pendidikan Islam Hikmatul Fadillah ini tegas.
Sementara itu Ustaz Alfaqir Abdullah Jamal dalam tausiyahnya mengingatkan kepada umat manusia agar mampu berbuat baik bagi sesamanya, tanpa membedakan antara satu dan lainnya, serta senantiasa selalu mengajak kepada kebaikan.
“Islam mengajarkan kepada umatnya agar berbuat baik dan ikhlas dalam perbuatannya. Jika ada berbuat salah dan dia menyesali serta bertobat secara sungguh-sungguh, maka sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertobat,” ujar Ustaz Abdullah Jamal dalam ceramahnya di hadapan warga binaan.
Kunjungan sekaligus tausyiah diikuti 250 orang warga binaan, para pejabat Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan, dan staf pegawai Lapas.
Kemudian dilanjutkan dengan Zikir Ratib Seribu (Rateeb Seribee) dan diakhiri dengan pemberian bingkisan berupa perlengkapan mandi kepada warga binaan Lapas Perempuan Kelas II A Tanjung Gusta Medan. * B1N/Ril







