Terkait Penebangan Pohon Jati, Camat Sei Suka Terkesan Hindari Wartawan dan Sulit Dikonfirmasi

Terkait Penebangan Pohon Jati, Camat Sei Suka Terkesan Hindari Wartawan dan Sulit Dikonfirmasi
Pohon jati yang diolah langsung di tempat menjadi papan. (Foto: Ist)

Batu Bara-Beritasatunews.id | Terkait penebangan pohon jati di seputaran Kantor Camat Sei Suka, Kabupaten Batu Bara, TS selaku Camat Sei Suka, terkesan menghindar dan sulit dikonfirmasi.

Menurut informasi dan pantauan di lapangan, kalau pohon Jati yang ditebang di seputaran Kantor Camat Sei Suka, diolah langsung di tempat menjadi bahan (papan). Kemudian papan tersebut dibawa keluar dari Kabupaten Batu Bara.

Papan tersebut dijual, berapa harga penjualan dan untuk apa uangnya, belum dapat keterangan yang akurat.

BACA JUGA : Proyek Irigasi P3A di Dusun VI, VII dan IX Desa Sukarejo Diduga Jadi Lahan Korupsi Berkedok Swakelola

Setelah lebih kurang seminggu terkait penebangan pohon jati tersebut, sejumlah rekan wartawan menemui TS di kantornya, ternyata beliau tidak ada di tempat.

Saat ditanya, salah seorang staf mengatakan kalau TS tidak ada di kantor, dihubungi lewat handphone dan pesan singkat melalui WA pada Jumat (23/6/2023) namun tidak ada jawaban.

Menanggapi persoalan tersebut, ketika dihubungi melalui selulernya, Ketua DPC Lembaga Investigasi Negara (DPC LIN) Kabupaten Batu Bara, Aditya Petrus Gultom mengatakan, camat mesti kooperatif menjelaskan untuk apa pohon jati itu ditebang.

“Sebab penebangan pohon jati di wilayah kerjanya merupakan konsumsi publik yang harus terbuka dan jangan ada kesan Camat menutup informasi tersebut, ” kata Gultom.

Dia melanjutkan, bahwa terbuka itu lebih baik mengundang perasaan nyaman dan ketenangan di dalam hati, juga pemikiran.

“Karena sejatinya, pejabat publik itu adalah pelayan bukan pemilik perusahaan. Kalau pemilik perusahaan sesukanya mau melayani ataupun tidak.

Jadi, kalau pejabat publik tidak mau melayani masyarakat secara umum dan juga rekan rekan wartawan secara khusus dalam memberikan informasi, lebih baik mundur dan menjadi pimpinan perusahaan saja, mengolah uang sendiri, jelas Gultom singkat. * B1N-Samri Sinaga/Sudarno