Tapteng-Beritasatunews.id | Warga Desa Stardas, Kecamatan Hutabalang, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) keluhkan kinerja Kepala Desa terkait akses pembangunan jalan dan jembatan yang rusak parah.
Warga yang melewati jalan dan jembatan sering kali mengalami kecelakaan akibat jalan dan jembatan yang rusak. Demikian dikatakan salah seorang Kepala Dusun di Desa Stardas kepada wartawan, belum lama ini.
Semenjak Bapak Ghea menjadi Kepala Desa Stardas banyak warga yang merasa kecewa atas kinerja Kepala desa tersebut. Dimana pembangunan jalan dan jembatan dari tahun ke tahun tidak ada perubahan untuk pembangunan jalan dan jembatan.
“Masalah jembatan Dusun Simani-mani yang selama ini dana untuk pembangunan jalan adalah dibiayai masyarakat desa, bukan dari pemerintah. Mengingat jembatan tersebut urat nadi perekonomian penghubung antar Dusun, ” katanya.
Kemudian Kepala Dusun melanjutkan pembangunan jalan di Gunung Meranti seluas 2,5 KM sampai sekarang tidak terealisasi. Selain itu, warga juga kecewa masalah plasma dari Perusahaan CPA tidak transparan. Tim Pengelola Plasma tidak transparan kepada warga Desa Stardas.
“Santunan plasma untuk masyarakat tidak transparan dari Tim Pengelola Plasma Perusahaan CPA, akibatnya warga tidak pernah mendapat santunan dari perusahaan, ” ucapnya mengakhiri.
Semenjak itu, Ghea Kepala Desa Stardas sampai berita ini naik tayang belum berhasil dikonfirmasi terkait hal diatas. * B1N-Las







