Aceh  

Wartawan Tak Bergabung pada Wadah Lembaga Kewartawanan di Sabang Tinjau Gajebo Atap Bolong dan Tiang Keropos

Wartawan Tak Bergabung pada Wadah Lembaga Kewartawanan di Sabang Tinjau Gajebo Atap Bolong dan Tiang Keropos

Sabang-Beritasatunews.id | Wartawan yang tak bergabung pada Wadah Lembaga Kewartawanan di Sabang, terlihat mulai turun lapangan menjalankan tugasnya sesuai amanat Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999, melakukan peninjauan dan pemantauan dibeberapa titik lokasi kegiatan pekerjaan proyek.

Jeli, teliti dan mendasar, informasi yang di kutip Beritasatunews.id dari beberapa sumber yang layak dipercaya, Sabtu (7/2/2026).

Zulkifli Wartawan Pindo Merdeka yang tak bergabung pada Wadah Lembaga Kewartawanan di Sabang, di konfirmasi Beritasatunews.id, Minggu (8/2/2026) mengakui benar, telah menjalankan tugas-tugas kewartawanan meninjau di beberapa titik lokasi pekerjaan proyek.

Satu di antaranya pembuatan Gajebo yang terletak di lokasi Wisata Sabang Fair, tepatnya di depan Kantor Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) tidak jauh dari Pelabuhan Bebas Sabang, Kecamatan Suka Karya, Kelurahan Kuta Barat, terlihat sangat sangat menyedihkan.

Atap Gajebo bolong-bolong, tiang keropos-keropos diselimuti semak-semak bagaikan Gajebo kumuh, terkesan dinas yang bertanggung jawab tutup mata bagaikan tak punya anggaran perawatan dan pemeliharaan, kata Zulkifli kepada Beritasatunews.id dengan nada kecewa.

Kalau dilihat hasil dari peninjauan di lokasi Wisata Sabang Fair, kata Zulkifli, letaknya sangat strategis tepatnya di pinggir pantai dengan pemandangan bermacam ragam keindahan alam.

Setiap sore ramai di kunjungi baik wisatawan manca negara, wisatawan lokal maupun masyarakat setempat sambil menikmati alunan suara gemericik ombak yang sangat mengasyikkan, kata Zulkifli.

Kecewanya, kenapa dinas yang bertanggung jawab terkesan tutup mata melihat Gajebo kumuh, atap Gajebo bolong-bolong, tiang Gajebo keropos diselimuti semak semak, tidak mau mengambil kebijakan untuk memperbaikinya, apa alasannya dan apa sebabnya, apa tidak punya anggaran perawatan dan pemeliharaan?.

Begitu juga dengan Komisi di DPRK Sabang yang membidangi wisata, diduga tutup mata dan terkesan fungsi pengawasan dewan tidak berjalan.

Hal ini sangat menyedihkan, atap Gajebo bolong-bolong dan tiang Gajebo keropos, tegasnya.

Menurutnya, lokasi Wisata Sabang Fair, pintu peluang Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk Pemerintah Kota (Pemko) Sabang terbuka lebar, bila ditata dengan seindah mungkin dengan keyakinan oleh tangan-tangan yang berbau kewisataan.

Ke depannya akan ada dampak perubahan dan kemajuan dan ramai di kunjungi masyarakat, kenapa tidak dilakukan dan tidak terlihat seperti pada saat sekarang ini, atap Gajebo bolong-bolong, tiang keropos-keropos diselimuti semak-semak?.

Yang menyangkut dengan peninjauan di beberapa titik lokasi proyek yang lain, sedang dalam mendalami temuan sesuai fakta yang ada, hasilnya akan dipublikasikan ke publik secara terbuka dan transparan, ungkapnya. * B1N/TOP