Solok-Beritasatunews.id | Setelah selamat dan sukses perjalanan studi komperatif Forum Wartawan Solok (Forwas) di akhir pekan Agustus kemarin ke Diskominfo Pemko Bengkulu, maka secara resmi studi banding tersebut dilaporkan kegiatannya.
Dengan memanfaatkan sebuah warung sederhana di bilangan kawasan pusat perkantoran Pemkab Solok di Arosuka, sembari coffee morning panitia menyampaikan kondisi keuangan selama perjalanan yang didapat melalui swadaya serta bantuan OPD dan support Pemda yang tidak mengikat.
“Tidak ada dusta di antara kita. Kita belajar transparans dalam berkegiatan yang memakan anggaran yang mesti diketahui teman-teman,” ungkap Riswan Jaya, SH selaku Ketua Forwas Minggu, (8/9/2024).
Baca Juga : Spanduk Forwas Semangati Bupati Solok Cup Semakin Semarak
Dengan sukses setelah berkegiatan, panitia melaporkan kondisi keuangan sekaligus membubarkan agenda tersebut. Sehingga dalam pelaporan terjadi surplus anggaran, yang akhirnya disepakati menjadi kas organisasi, dimana kegunaannya selain untuk makan minum (mami) rapat, juga hal tak terduga lainnya.
Dijelaskan, studi komperatif Forwas ke Bengkulu lewat jalan darat. Berangkat pagi dengan start foto bersama didepan Kantor Bupati Solok Arosuka, lalu melintasi turunan Sitinjau Lawik arah Padang. Menyusuri Teluk Bayur, Bungus Telukkabung hingga menyisiri Pesisir Selatan yang di mulai dari Siguntua, Tarusan, Painan hingga Lunang Silaut berbatasan dengan Muko-Muko.
Perjalanan di keheningan malam melewati perkebunan Sawit, esok paginya dijamu di Polsek Ketahun, kebetulan Kapolseknya urang awak dari Talang yang bernama Iptu Khalid Wahyudi, SH.
Setelah mengisi perut, Kapolsek Khalid panggilan kecilnya di kampung, melepas rombongan Forwas melanjutkan perjalanan ke Kota Bengkulu. Sesudah Zhuhur langsung agenda pertemuan dengan Diskominfo Pemko Bengkulu. Malamnya ramah tamah dengan keluarga perantauan.
Esoknya menikmati keindahan Pantai Panjang, Tugu Pers, masjid dan kediaman Ir.Soekarno sang proklamator selama pembuangannya di Bengkulu. dan tak kalah lupa menjajaki historis heroiknya Benteng Marlborough ketika bergolak.
Usai studi dan refresing, rombongan Forwas bertolak menuju pulang. Walau kisaran jalan normal bisa ditempuh lebih kurang 12 jam, akan tetapi perjalanan penuh canda-ria dan happy friendly tersebut, bisa 24 jam. Karena tiap sebentar berhenti, menikmat idahnya daerah yang dilewati, juga sembari mengisi perut.
“Meski perjalanan ini sedikit melelahkan, pokoknya kita sering berhenti dan mengisi perut. Kalau sering seperti ini, bisa-bisa naik berat badan saya lima Kilo nih,” celetuk Ajo Sutan dari Minangkabaunews. * B1N-Ys







