Wabup Labusel Hadiri Pelantikan Pengurus Tiara Kusuma

Perkuat Profesionalisme dan Ekonomi Kreatif Periode 2026–2030

Labusel-Beritasatunews.id | Organisasi profesi ahli kecantikan dan pengusaha salon di Labuhanbatu Selatan (Labusel) memasuki babak baru. Pelantikan kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Ahli Kecantikan dan Pengusaha Salon Indonesia (Tiara Kusuma) Labusel periode 2026–2030 ditegaskan bukan sekadar seremoni organisasi,tetapi momentum memperkuat profesionalisme, keterampilan dan daya saing pelaku usaha kecantikan di daerah.

Pesan itu mengemuka saat Wakil Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel), Syahdian Purba Siboro,S.H., bersama istri, Ny.Linda Purba Siboro,menghadiri pelantikan kepengurusan baru Tiara Kusuma di Convention Hall Grand Suma, Rabu (7/10/2026).

Kehadiran Wakil Bupati bersama jajaran pemerintah daerah menjadi sinyal bahwa sektor kecantikan dan usaha salon memiliki ruang penting dalam geliat ekonomi masyarakat.Terlebih, sektor tersebut tidak hanya bergerak pada jasa pelayanan konsumen, tetapi juga membuka lapangan usaha dan peluang pendapatan bagi masyarakat.

Syahdian menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada seluruh pengurus Tiara Kusuma yang baru dilantik.Ia berharap amanah organisasi mampu dijalankan dengan semangat kebersamaan, profesionalisme dan orientasi pada kemajuan anggota.

“Selamat dan sukses kepada seluruh pengurus yang dilantik. Semoga amanah, semakin solid dan profesional, serta mampu membawa Tiara Kusuma semakin maju dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan perekonomian Labuhanbatu Selatan,” pesannya.

Pergantian kepengurusan periode 2026–2030 menjadi momentum bagi Tiara Kusuma untuk memperluas peran. Organisasi diharapkan tidak berhenti sebagai wadah berkumpulnya para ahli kecantikan dan pengusaha salon, tetapi mampu menjadi ruang peningkatan kompetensi sekaligus penguatan jaringan usaha.

Perkembangan tren kecantikan yang begitu cepat menuntut pelaku usaha untuk terus beradaptasi. Keterampilan, inovasi pelayanan, etika profesi dan kemampuan memahami kebutuhan konsumen menjadi modal penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat.

Dari sudut pandang ekonomi kerakyatan, usaha salon memiliki posisi strategis karena tumbuh dekat dengan masyarakat. Di dalamnya terdapat pemilik usaha, tenaga kerja, perias, ahli kecantikan hingga berbagai pelaku usaha pendukung yang sama-sama memiliki ketergantungan terhadap berkembangnya sektor tersebut.

Karena itu, semakin profesionalnya pelaku usaha kecantikan akan semakin membuka peluang bagi tumbuhnya ekonomi kreatif di Labusel.

Ketua DPC Tiara Kusuma Labusel, Nuriani menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Bupati Syahdian Purba Siboro bersama Ny.Linda Purba Siboro dalam pelantikan tersebut.

Menurut Nuriani, dukungan pemerintah daerah menjadi energi sekaligus motivasi bagi pengurus untuk menjalankan amanah organisasi dengan lebih baik.

“Terima kasih banyak atas kehadiran Bapak Wakil Bupati Labusel yang telah turut menghadiri pelantikan ini.Kehadiran pemerintah daerah menjadi bentuk dukungan dan motivasi bagi kami untuk menjalankan amanah organisasi,” ujar Nuriani.

Ia menegaskan, Tiara Kusuma tidak hanya berorientasi pada pengembangan profesi kecantikan, tetapi juga memiliki peluang besar dalam mendorong pertumbuhan usaha para anggota.

Peningkatan keterampilan, pembinaan usaha, kegiatan sosial dan pengembangan jaringan ekonomi akan menjadi bagian penting dalam arah organisasi ke depan.

Nuriani berharap kepengurusan 2026–2030 mampu membangun organisasi yang solid, profesional dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Selain pelantikan, kegiatan juga diwarnai seminar yang menghadirkan Galih Pamungkas sebagai narasumber. Materi yang disampaikan mendapat respons positif dari peserta karena dinilai relevan dengan kebutuhan para pelaku usaha kecantikan.

Salah seorang peserta, Yany Bridal, mengapresiasi materi seminar yang menurutnya tidak sekadar teori, tetapi memiliki nilai praktis bagi pengembangan usaha.

“Seminarnya daging semua isinya. Semoga semua peserta bisa mengamalkan ilmu yang sudah dibagikan,” ungkap Yany Bridal.

Pernyataan tersebut menggambarkan antusiasme peserta untuk mendapatkan pengetahuan baru. Bagi pelaku usaha kecantikan, peningkatan kemampuan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan untuk menghadapi perubahan tren, persaingan usaha dan tuntutan konsumen.

Seminar tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus investasi ilmu agar para ahli kecantikan dan pengusaha salon mampu meningkatkan kualitas pelayanan serta mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Bahkan, antusiasme peserta terlihat dari harapan agar kegiatan serupa kembali digelar dengan menghadirkan narasumber yang kompeten dan sesuai kebutuhan pelaku usaha.

“Nex time kita panggil siapa lagi narasumbernya?” menjadi gambaran keinginan peserta agar budaya belajar dan berbagi ilmu terus berlanjut.

Pelantikan kepengurusan baru Tiara Kusuma Labusel akhirnya membawa pesan lebih besar dari sekadar pergantian struktur organisasi.

Ada pekerjaan rumah yang menanti: bagaimana organisasi mampu meningkatkan kompetensi anggota, memperkuat jaringan usaha, menjaga etika profesi, menghadirkan inovasi pelayanan dan membuka peluang ekonomi baru.

Dengan dukungan pemerintah daerah serta kolaborasi bersama dunia usaha dan masyarakat, Tiara Kusuma diharapkan dapat tampil sebagai organisasi profesi yang semakin kuat dan berdaya saing.

Kepengurusan periode 2026–2030 pun dituntut membuktikan bahwa profesi kecantikan bukan hanya soal penampilan, tetapi juga tentang keterampilan,profesionalisme,kemandirian ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.

Dari Convention Hall Grand Suma, pelantikan itu menjadi titik awal. Tantangan berikutnya adalah memastikan amanah empat tahun kepengurusan tersebut benar-benar melahirkan program yang terasa manfaatnya bagi anggota dan masyarakat Labuhanbatu Selatan. * B1N-Hasan Has

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *