Jembatan Gantung Namo Suro Lama–Namo Tualang Rusak Parah, Warga Desak Pemkab Deliserdang Turun Tangan

Deliserdang-Beritasatunews.id | Keprihatinan mendalam datang dari warga Desa Namo Suro Lama dan Desa Namo Tualang, Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deliserdang. Jembatan gantung yang menjadi urat nadi penghubung kedua desa kini dalam kondisi sangat mengkhawatirkan, rusak parah dan nyaris tidak layak pakai, namun tetap dilintasi setiap hari oleh warga maupun anak-anak sekolah.

Jembatan ini awalnya dibangun atas swadaya masyarakat. Tanpa jembatan tersebut, warga harus menempuh putaran jauh melalui Kecamatan Delitua menuju Sibiru-biru, yang tentu membuang waktu dan biaya tak sedikit. Meski sangat vital, perhatian dari Pemerintah Kabupaten Deliserdang dinilai belum memadai. Janji pembangunan jembatan permanen pun belum terwujud hingga kini.

“Kalau hujan turun, kami sangat cemas. Jembatan ini nyaris hanyut saat banjir bandang kemarin. Namun seakan belum ada respons serius dari Pemkab,” ungkap seorang warga dengan penuh kekhawatiran.

Jenari (43), warga Namo Tualang, menyampaikan hal serupa. Setiap penyeberangan kini dilakukan dengan rasa takut, padahal ini adalah akses satu-satunya yang paling dekat.

Kepala Desa Namo Suro Baru, Janial Ginting, juga menyuarakan harapan yang sama.

“Anak-anak sekolah melintas di sini setiap hari dalam ketakutan. Hasil bumi dari ladang pun sulit diangkut dengan lancar. Kami mohon, Pemkab Deliserdang segera turun ke lapangan, bukan hanya membaca laporan dari atas meja,” ujarnya dengan tegas.

Warga menegaskan, infrastruktur yang aman dan layak adalah hak setiap warga negara, bukan sekadar kebutuhan yang bisa ditunda-tunda. Jika dibiarkan terus, bukan hanya perekonomian dan pendidikan yang terhambat, tetapi risiko kecelakaan fatal semakin nyata mengancam nyawa warga. * B1N-Dedi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *