Bendahara Desa Marindal Satu dan Direktur BUMDes Berikan Klarifikasi ke Masyarakat

Bendahara Desa Marindal Satu dan Direktur BUMDes Berikan Klarifikasi ke Masyarakat

Deliserdang-Beritasatunews.id | Terkait isu seputar Dana BUMDes, Bendahara Desa Marindal Satu, Diana, dan Direktur BUMDes, Nustel Banurea, memberikan klarifikasi kepada masyarakat Desa Marindal Satu, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, pada Rabu (4/3/2026) sekitar pukul 10.52 WIB.

Kegiatan berlangsung di Jalan Leman Harahap, Dusun Tiga Desa Marindal Satu, dihadiri Kepala Desa Ir. Ardianto, Ketua BPD Hendrik Setiawan ST, Babinsa Sertu Abdul Haris, Tim Monitoring BUMDes Kepala Unit Ketapang Fitri, Wasnok Trantib Desa, serta tokoh masyarakat.

Direktur BUMDes Nustel Banurea menyampaikan bahwa isu yang berkembang tidak benar.

Setelah melakukan pengecekan bersama pemerintahan desa dan tim monitoring, ternyata program bantuan BUMDes telah terealisasikan dan tersalurkan langsung oleh Kepala Unit Ketahanan Pangan Fitri kepada kelompok tani yang bersangkutan.

Beberapa penerima bantuan antara lain:

  • Kelompok Tani Jati Raya Dusun VII Mariadi menerima hewan kambing
  • Dusun XI atas nama Sinuhaji menerima unggas bebek dan kambing
  • Dusun X atas nama Suarmin menerima hewan kambing
  • Ketua Kelompok Tani Dusun VII Ismail menerima hewan kambing
  • Kelompok tani di dusun lain juga menerima bantuan ayam kampung dan kambing

“Dugaan selama ini ternyata tidak benar. Karena kesibukan keseharian saya, saya belum sempat melihat perkembangan dan kemajuan di Desa Marindal Satu,” ujar Banurea.

Ia juga mengklarifikasi isu yang menyatakan Bendahara Desa Marindal Satu, Diana, melakukan ibadah umrah menggunakan dana BUMDes.

“Itu tidak benar. Umrahnya menggunakan uang dari suaminya yang bekerja sebagai pegawai PT Pertamina. Sedangkan Honda Vario terbarunya adalah hadiah ulang tahun perkawinan dari suaminya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Ir. Ardianto memberikan arahan kepada masyarakat.

“Mari kita ambil hikmah dari peristiwa ini. Kita harus bersama-sama mendukung program pemerintah untuk kemajuan desa yang kita cintai. Apalagi bulan ini adalah bulan suci Ramadan – bulan penuh berkah dan pengampunan. Jangan saling menyalahkan atau mencurigai, mari kita bangun desa bersama,” ujarnya.

Ia menambahkan, kita semua adalah saudara. Jangan merasa paling hebat karena kita bukan segalanya di bumi ini. Ingat, kita tidak tahu kapan maut akan menjemput kita. Mari kita introspeksi diri dan bertobat nasuha selagi masih ada waktu. * B1N-Nardi