Ibu Tiri Racuni Anak Tiri dengan Racun Tikus Berubah Jadi Pembunuh

Ibu Tiri Racuni Anak Tiri dengan Racun Tikus Berubah Jadi Pembunuh

Riau-Beritasatunews.id |  Sebuah insiden tragis mengguncang Riau, ketika seorang ibu tiri racuni anak tiri dan berusaha membunuhnya dengan menggunakan racun tikus.

Kejadian ini terekam dalam sebuah video yang viral di media sosial, menunjukkan seorang anak laki-laki yang tergeletak di teras rumah, menderita karena racun yang diberikan oleh ibu tirinya.

Dalam rekaman yang mengejutkan itu, anak tersebut tampak menderita, dengan tangannya memegang tenggorokannya yang terasa sakit akibat racun tikus yang dikonsumsinya.

Baca Juga : Polda Sumut Tangkap Jaringan Peredaran Sabu Pancur Batu

Video lain menunjukkan anak itu dirawat di rumah sakit, dengan alat bantu pernafasan yang melekat di hidungnya.

Anak itu dengan jelas menyatakan bahwa ia diberi minuman oleh ibu tirinya.

Pelaku, seorang wanita yang tinggal di Kecamatan Tanjung Medan, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, berhasil diamankan oleh pihak kepolisian setelah kejadian tersebut.

Wanita tersebut, berinisial RI, merupakan ibu tiri dari korban yang masih berusia 11 tahun.

Racun tikus tersebut dicampurkan ke dalam minuman kopi kemasan yang diberikan pada korban.

Insiden ini terungkap setelah paman korban mendapat telepon dari istrinya yang menyampaikan bahwa korban mengalami kejang-kejang dan muntah-muntah setelah meminum kopi.

Korban pun segera dibawa ke rumah sakit, di mana paman korban dan orang tua kandungnya melaporkan pelaku ke polisi.

Saat ini, pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dengan barang bukti berupa sisa minuman kopi yang mengandung racun tikus.

Motif dari perbuatan keji ibu tiri racuni anak tiri ini masih belum pasti, sementara korban tinggal bersama neneknya di Kecamatan Bangko Pusako, Kabupaten Rokan Hilir, sedangkan ayahnya tinggal bersama pelaku.

Kejadian ini memberikan pelajaran yang dalam tentang pentingnya pengawasan terhadap perlakuan orang dewasa terhadap anak-anak.

Perlindungan dan keamanan anak harus selalu menjadi prioritas utama dalam setiap lingkungan, baik di rumah maupun di masyarakat.

Semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi di masa depan. * B1N-SS/S