Medan  

Program Pemberian Makanan Tambahan, BASS & Bantuan UMKM Upaya Pemko Medan Tangani Stunting

Program Pemberian Makanan Tambahan, BASS & Bantuan UMKM Upaya Pemko Medan Tangani Stunting
Wali Kota Medan Bobby Nasution dalam Roadshow Daring Bersama Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy, terkait Percepatan Penurunan Stunting dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem di Kabupaten/Kota Provinsi Sumatera Utara (Sumut) melalui Command Center Balai Kota Medan, Selasa (7/3). | Foto: Ist

Medan-Beritasatunews.id | Program pemberian makanan tambahan, Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) serta memberikan bantuan program UMKM bagi keluarga anak yang terkena stunting, adalah upaya Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk menangani stunting.

Program Pemberian Makanan Tambahan, BASS & Bantuan Program UMKM ini berguna untuk menggerakkan perekonomian keluarganya dalam menangani masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak di Kota Medan.

Hal ini disampaikan Wali Kota Medan Bobby Nasution dalam Roadshow Daring Bersama Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy, terkait Percepatan Penurunan Stunting dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem di Kabupaten/Kota Provinsi Sumatera Utara (Sumut) melalui Command Center Balai Kota Medan, Selasa (7/3).

“Bagi keluarga yang anaknya terkena stunting, kami bantu untuk menggerakkan ekonomi mereka lewat bantuan UMKM. Bahkan, kami (Pemko Medan) juga jadi market pertama bagi pelaku UMKM dengan memasukkan hasil produk mereka ke dalam E-Katalog Pemko Medan,” kata Bobby Nasution.

Dalam menangani stunting, Pemko Medan juga masih terkendala perbedaan prevalensi antara hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) dengan kondisi rill yang ditemukan di lapangan cukup tinggi.

“Tidak tersedianya data By Name By Address (BISA) hasil SSGI, sehingga tidak dapat dilacak balita stunting yang dimaksudkan sesuai hasil SSGI,” ungkap Bobby Nastuion didampingi Kepala Bappeda Kota Medan Benny Iskandar, beserta sejumlah pimpinan perangkat daerah.

Sementara itu untuk penanganan kemiskinan ekstrem, suami Ketua TP PKK Kota Medan Kahiyang Ayu ini juga masih terkait data yang tidak tervalidasi.

“Kemarin kami sudah mengirimkan surat terkait verifikasi data-data ke Kemenko PMK. Jadi, kami mohon bantuan agar data yang dimiliki valid dan kami bisa lakukan intervensi penanganannya,” harapnya.

Sedangkan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Menko PMK RI) Muhadjir Effendy dalam roadshow daring itu mengungkapkan terkait kemiskinan ekstrem, Pemerintah Daerah (Pemda) bisa memaksimalkan dana desa/kelurahan.

“Penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk penanganan ekstrem juga harus dioptimalkan, termasuk dalam penanganan stunting,” kata Menko PMK RI Muhadjir Effendy. * B1N-Nana/Ril