Jakarta–Beritasatunews.id | Ribuan karyawan atau sebanyak 1.400 pegawai Bank BK Bukopin, baik kantor pusat dan di semua cabang-cabang seluruh Indonesia, mengundurkan diri atau resign.
Corporate Communication Bank KB Bukopin, Tyas Hardi menjelaskan, pengunduran diri karyawan tersebut dilakukan secara sukarela melalui program yang dibuka oleh perusahaan.
“Pengunduran diri yang dilakukan karyawan sifatnya sukarela, dari program perusahaan dengan mempertimbangkan banyak hal,” jelas Tyas, Sabtu (20/1/2022).
Program resign atau mengundurkan diri secara sukarela tersebut dibuka sejak awal Desember 2021 lalu.
Tyas mengatakan, program ini sebenarnya sudah selesai, yaitu berakhir pada 27 Desember 2021.
“Program ini dibuka untuk seluruh karyawan se-Indonesia. Jadi baik dari kantor pusat maupun cabang-cabang, tidak ada batasan,” lanjut Tyas.
Tyas mengatakan program resign sukarela ini dibuka seiring dengan transformasi yang sedang dilakukan perusahaan.
“Kita kan lagi bertransformasi semenjak bergabung di keluarga Kookmin Bank. Salah satu transformasi yang dilakukan di aspek human capital,” ujarnya.
Selain itu perseroan juga mengalami perubahan dari sisi budaya perusahaan, sejak diakuisisi oleh Kookmin Bank pada tahun 2020 lalu.
“Kemudian kami juga sedang transformasi menjadi digital banking dengan memulai projek new generation banking system.
Ini adalah sebuah sistem yang diadopsi dari holding kami, Kookmin Bank di Korea Selatan, yang sudah dilakukan prosesnya,” tutur Tyas.
Transformasi selanjutnya dilakukan dari kualitas bisnis, yaitu dengan memperbaiki prosedur internal sehingga ke depannya.
KB Bukopin bisa memiliki kualitas bisnis yang jauh lebih baik. Transformasi dilakukan dengan membentuk divisi khusus bernama Special Asset Management yang berfokus memperbaiki kualitas kredit KB Bukopin ke depan.
“Kaitannya, kita juga sudah membentuk divisi khusus namanya Special Asset Management yang fokus memperbaiki kualitas kredit kita ke depan,” ungkap dia.
Tidak hanya itu, KB Bukopin melihat banyak karyawan yang ingin banting setir menjadi pengusaha atau entrepreneur.
Selain itu, banyak juga karyawan yang ingin pindah industri tempatnya bekerja.
“Makanya perusahaan membuat program, sifatnya sangat sukarela, tidak ada penunjukan. Sifatnya tanpa syarat, artinya tidak ada batasan umur, masa kerja, semuanya boleh ikut,” lanjut dia.
Selain itu, kata Tyas, program ini juga memberikan tawaran berupa fasilitas kantor kepada karyawan yang mengundurkan diri.
“Fasilitas atau benefit tersebut berupa asuransi untuk karyawan dan keluarga, yang masih bisa dinikmati hingga enam bulan ke depan,” imbuh Tyas.
Ditambahkan Tyas, perusahaan juga menyiapkan berbagai training buat karyawan yang ikut program.
Karyawan yang mau jadi pengusaha diberikan training tentang starting new business.
Buat yang mau berkarier di institusi, juga disiapkan perusahaan tentang manajemen perusahaan, terang Tyas seperti dilansir dari kumparan. * B1N/Ril







