Medan-Beritasatunews.id | Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengapresiasi kegiatan Pelatihan Fotografi Dasar yang diinisiasi Persatuan Wartawan Pemko Medan (PWPM) bagi pelajar dan mahasiswa di Kota Medan.
Apresiasi tersebut disampaikan melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Medan, Arrahman Pane, saat membuka kegiatan pelatihan, sharing, dan praktik fotografi yang berlangsung di lantai 3 Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Medan, Jalan Iskandar Muda, Rabu (7/10).
Kegiatan yang menghadirkan jurnalis foto berpengalaman tersebut menjadi momentum bagi peserta untuk meningkatkan kemampuan fotografi, khususnya dalam menghasilkan karya foto jurnalistik yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki nilai informasi dan mampu bercerita.
Arrahman Pane mengatakan, foto jurnalistik tidak semata-mata dinilai dari bagus atau tidaknya sebuah gambar. Lebih dari itu, sebuah foto harus mampu menyampaikan pesan, menggambarkan peristiwa, serta memberikan informasi kepada masyarakat.
“Harapannya, para peserta nantinya dapat ikut mem-branding Kota Medan ke arah yang positif. Agar kota yang kita cintai ini menjadi kota metropolitan yang aman, tertib dan religius,” ujar Arrahman.
Menurutnya, sebuah objek tidak selalu menarik hanya karena terlihat bagus secara kasatmata. Seorang fotografer harus mampu melihat lebih jauh dan menangkap nilai atau cerita yang terkandung di balik sebuah objek maupun peristiwa.
“Yang sebenarnya mau kita angkat dari sebuah foto bukan hanya karena kita melihat bagus, lalu langsung kita foto. Bisa saja menurut kita bagus, tetapi bagi orang yang melihat belum tentu bagus. Karena itu, sebuah foto harus memiliki arti dan cerita yang bisa kita angkat,” katanya.
Arrahman juga menilai jurnalis memiliki peran penting dalam merekam berbagai peristiwa yang terjadi di tengah masyarakat. Foto jurnalistik, kata dia, bukan sekadar dokumentasi, melainkan salah satu media yang membantu masyarakat melihat dan memahami sebuah peristiwa.
“Para senior kita, para jurnalis yang hadir ini merupakan pejuang-pejuang fotografi. Berbagai kegiatan di lapangan dapat didokumentasikan sehingga masyarakat bisa melihat apa yang terjadi melalui hasil karya foto tersebut,” ujarnya.
Di tengah perkembangan teknologi, Arrahman menyebut aktivitas fotografi kini semakin mudah. Jika sebelumnya fotografer harus menggunakan kamera dengan berbagai pengaturan manual, saat ini masyarakat dapat menghasilkan karya fotografi hanya dengan menggunakan telepon seluler.
Namun, kemudahan teknologi tersebut tetap harus diimbangi dengan pemahaman mengenai dasar-dasar fotografi, seperti komposisi, sudut pengambilan gambar, pencahayaan hingga kemampuan menangkap momentum.
Ia juga mengingatkan peserta agar tidak terlalu mengandalkan fitur zoom saat menggunakan kamera telepon seluler.
“Kalau menggunakan handphone, sebisa mungkin kita maju atau mundur untuk mendapatkan objek yang tepat dan jangan terlalu sering menggunakan zoom, karena kualitas gambar bisa berkurang,” jelasnya.
Arrahman menegaskan, penggunaan telepon seluler bukan menjadi hambatan untuk menghasilkan karya fotografi yang berkualitas.
Menurutnya, kemampuan fotografer dalam melihat objek, menentukan sudut pengambilan gambar dan menangkap momentum justru menjadi faktor utama.
Karena itu, ia mengajak seluruh peserta memanfaatkan pelatihan tersebut untuk menggali pengetahuan dan pengalaman dari para narasumber.
“Jangan berkecil hati kalau menggunakan handphone. Kita tetap bisa menghasilkan karya. Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar dan bertanya kepada narasumber agar kemampuan fotografi kita semakin baik,” katanya.
Dorong Keterampilan Jurnalistik
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Ezri Situmorang, mengatakan Pelatihan Fotografi Dasar digelar sebagai upaya memberikan tambahan pengetahuan dan keterampilan fotografi kepada siswa dan mahasiswa.
Menurut Ezri, kemampuan fotografi merupakan bagian penting dalam pekerjaan jurnalistik. Sebuah berita akan semakin kuat apabila didukung foto yang mampu menggambarkan suasana, fakta dan kondisi di lapangan.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi pelatihan, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi peserta dalam menjalankan tugas jurnalistik sehari-hari. Fotografi merupakan bagian penting dari pemberitaan,” ujarnya.
Ketua PWPM, Muhammad Edison Ginting, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk mendukung program Pemerintah Kota Medan sekaligus meningkatkan kapasitas generasi muda di bidang jurnalistik.
Menurut Edison, perkembangan teknologi fotografi yang semakin pesat harus diikuti dengan peningkatan kemampuan dalam menghasilkan karya visual yang berkualitas.
Penggunaan kamera profesional maupun telepon seluler, kata dia, tetap membutuhkan pemahaman mengenai prinsip dasar fotografi.
“Melalui pelatihan ini kita ingin adik-adik semakin memahami bagaimana menghasilkan foto yang memiliki nilai jurnalistik, bukan sekadar foto yang bagus secara visual,” kata Edison.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dengan materi yang lebih beragam sehingga kemampuan peserta semakin berkembang dan fotografi tidak hanya menjadi pelengkap berita.
“Namun, dapat menjadi bagian penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat,” pungkasnya.
Pda kegiatan tersebut, pihak panitia pelatihan fotographi dasar tersebut juga menghadirkan Jurnalis Foto yang telah berpengalaman dan pernah mendapat prestasi di bidang fotogtaphi.
Kehadiran jurnalis foto tersebut selain memotivasi juga untuk memastikan materi tidak berhenti pada teori.
Adapun jurnalis foto berpengalaman di bidang fotografi jurnalistik tersebut yakni, Dosen FISIP UMSU sekaligus penggiat literasi media, Dr. Muhammad Said Harahap, S.Sos., M.I.Kom., serta Ketua Pewarta Foto Indonesia (PFI) Medan, Rizky Cahyadi, S.Sos.
Keduanya memberikan materi mengenai teknik dasar fotografi jurnalistik dan fotografi kreatif, mulai dari pengoperasian kamera, komposisi Rule of Thirds, angle, framing, leading lines, hingga pencahayaan dan exposure.
Pelatihan kemudian dilanjutkan dengan praktik hunting foto di sekitar MPP Kota Medan dan kawasan Lapangan Merdeka Medan.
Para Nara sumber juga melakukan penilaian terhadap hasil karya terbaik peserta, sebagai bagian apresiasi terhadap kreativitas peserta di kegiatan tersebut. * B1N-Rk







