Solok-Beritasatunews.id | Taman Hutan Kota Wisata (THKW) Arosuka kembali menguap ke permukaan dalam pembicaraan publik, setidaknya melalui Laman WhatsApp Group (WAG) yang bernama, ‘Ganti Pejabat Nan Rusak’.
Dari obrolan di aplikasi pesan instan WAG yang merupakan bias pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Solok, yang telah dimenangi Bupati JFP Chandra.
Berkenaan THKW Arosuka, diinisiasi serta dibangun semasa Pemerintahan Bupati Gusmal. THKW sampai tahun 2025 ini, sejak dibangun, sudah memasuki 5 (lima) kali masa pergantian kepala pemerintahan di Kabupaten Solok.
Yaitu dimasa tahun 2004-2009 (Gusmal-Desra Ediwan Anan Tanur). Dilanjutkan lagi 2009-2014 (Syamsu Rahim-Desra Anan Tanur), dan 2014-2019 (Gusmal-Yulfadri Nurdin).
Masa 2020-2024 (Epyardi Asda-Jon Firman Pandu) nyaris tidak tersentuh pembangunan hingga pemanfaatannya, bahkan terkesan pembiaran atas keberadaan aset daerah tersebut.
Entah ini dendam terhadap pendahulu, atau merasa tidak populer melanjutkan bengkalai.
Sementara kini, masih awal periode JFP Chandra telah memasuki lima (5) kepala daerah, THKW akan menjadi sebuah ‘PR’, antara tantangan dan harapan.
Mengutip liputan Antara Sumbar (10 Februari 2021) seperti disampaikan Kadis PUPR Syaiful, ST, MT (kala itu), bahwa anggaran untuk pembangunan Taman Hutan Kota Wisata (THKW) Solok Nan Indah menghabiskan biaya sebesar Rp23,452 miliar, yang dilakukan sejak 2017 hingga 2020.
Kini dalam tenggat tahun pertama jalannya pemerintahan JFP Chandra, dua (2) anak muda produktif, Syafri Tanjung dan Bang Ir. Bachtul (BB), tergerak untuk menyingkap THKW buat dipergunakan sebagaimana mestinya.
Mak Cay sapaan akrab Syafri Tanjung dan BB, sudah tidak diragukan lagi kredibilitasnya di Kabupaten Solok.
Apalagi BB, mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat (Sumbar), di masanya yang getol, hingga terwujudnya Jalan Lingkar Lintas Bypass dari Pintu Angin-Guguak.
Dua anak muda potensial Kabupaten Solok, Mak Cay dan Bang Bachtul, pernah calon terkuat Wakil Bupati (Wabup) Solok, saat Rival Desra vs Gusmal Pilkada 2014.
Kedua anak muda ini menyeruak menyambangi semak belukar THKW yang sudah mirip belantara di tengah Kota Arosuka.
Dari tayang semi podcast, menantang untuk menuntaskan THKW agar bermanfaat bagi daerah, sehingga tidak menjadi aib dan bom waktu bagi pemerintahan di masa kini.
Sempat THKW gencar diaudit khusus oleh Inspektorat suruhan Bupati Epyardi, akan tetapi endingnya juga tidak menampakkan hasil, bagaikan gertakan auman singa jantan ketiadaan taring.
Sehingga kedua anak muda ini kembali mengapungkan THKW untuk menjadi perhatian publik, termasuk bagi jurnalis, ungkap THKW.
“Kita makan nasi bungkus bersama jurnalis,” demikian secuil narasi terpapar dalam podcast tersebut. * B1N-Ys







