Langkat–Beritasatunews.id | Waka Polres Langkat Kompol Hendri Nupia Dinka Barus,Rapat koordinasi dalam rangka penanganan Penyakit Mulut dan Kuku yang menyerang hewan ternak sapi, yang dilaksanakan di Aula Wirasatya Polres Langkat, Sabtu (14/5/2022).
Tampak hadir dalam rapat koordinasi tersebut,Dandim 0203/Langkat Letkol Inf Wisnu Joko Saputro,Kabag OPS Polres Langkat Kompol Aries Fianto S Sos, KBO Sat IK Polres Langkat dan para Kasat,Kadis Pertanian/Ketahanan Pangan Langkat Hendry Tarigan, Dokter Hewan Yuni Sitompul, Perwakilan Satpol PP Langkat Rahmat,dan Sekretaris BPBD Langkat Saipul Bahri.
Waka Polres Langkat Kompol Hendri Nupia Dinka Barus,dalam rapat koordinasi tersebut mengatakan,virus PMK yang menyerang hewan ternak sapi tidak menular pada manusia.
“Kita akan sosialisasikan kepada masyarakat,bahwa virus PMK tidak menular kepada manusia,hal ini dilakukan untuk antisipasi adanya berita Hoax yang akan beredar,ujarnya.
Waka Polres Langkat juga menjelaskan,saat ini pihaknya harus membahas permasalahan wabah virus PMK,untuk dapat mengambil langkah-langkah mengantisipasi wabah tersebut agar tidak menyebar luas di Kabupaten Langkat.
Sementara itu,Dandim 0203/Langkat Letkol Inf Wisnu Joko Saputro, mengatakan terkait adanya laporan dari Polres Langkat,bahwa saat ini telah terindikasi terpapar virus PMK sebanyak 337 ekor sapi dan sudah diobati serta disinfektan oleh Dinas Peternakan Langkat.
Hal ini harus kita sosialisasikan kepada masyarakat,agar masyarakat tidak terlalu takut dikarenakan wabah tersebut,virus PMK hanya menyerang hewan ternak dan wabah yang menyerang ini akan dapat mempengaruhi faktor ekonomi di wilayah Kabupaten Langkat.Perlu adanya legalitas, sehingga kita dapat untuk menelurinya di lapangan.
Kita juga harus tau,langkah apa yang harus dilakukan jika ditemukan adanya hewan ternak yang mati akibat terjangkit PMK. Berdayakan Bhabinkamtibmas,Babinsa,serta Instansi terkait lainnya,untuk mengoptimalkan Penanganan/pencegahan PMK terhadap para pemilik hewan ternak di Kecamatan-kecamatan, serta desa-desa se Kabupaten Langkat, ujar Dandim 0203 /Langkat.
Dalam rapat koordinasi tersebut,dokter hewan Yuni Sitompul menjelaskan,tanda klinis PMK : melepuh pada mukosa mulut,keluar air liur yang berlebihan(hiversalivasu)dan lepuh/lesi pada lidah,disertai mulut mengeluarkan lendir yang berlebihan.
Adapun strategi dan kebijakan yang harus dilakukan,Ditampung out,tindakan karantina dan pengaturan/pembatasan lalu lintas hewan ternak,perlakukan/pengobatan hewan tertular,perlakuan bagi produk hewan dan produk sampingan,vaksinasi,penelusuran,dan surveilance di lapangan mengenai wabah PMK secara door to door.
Sosialisasikan khususnya kepada peternak sapi,apabila ditemukan gejala-gejala wabah PMK,agar menghubungi Dinas Peternakan dan segera mengubur hewan ternak yang mati agar tidak menularkan kepada hewan ternak yang lainnya. * B1N-Sfn







