Askavator Proyek Pemprovsu Tinggalkan Lokasi Pekerjaan

Langkat – Beritasatunews.id | Alat berat Askavator yang mengerjakan penggalian parit untuk fondasi Bronjong pada proyek Provinsi Sumatera Utara di Desa Pematang Cengal Barat,Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, terlihat meninggalkan lokasi pekerjaan tanpa alasan yang jelas, Senin (08/8/2022).

Hal ini, sontak menuai kritikan pedas dari masyarakat dan banyak pihak. Masyarakat disana menduga CV. GN tidak punya nyali dengan proyek provinsi yang sedang dikerjakan.

Pasalnya, Askavator yang masih sangat diperlukan fungsinya, untuk menciptakan pondasi bronjong telah pulang meninggalkan lokasi pekerjaan.

Sementara, fondasi Bronjong hanya baru sebagian saja yang baru dikerjakan, selebihnya akan dikerjakan secara manual.

Dengan terlihatnya keadaan ini, sudah kelihatan tidak betulnya kerjaan yang lagi dilaksanakan ini. Rekanan atau pemborong yang menangani proyek ini, kelihatan sama saja.

“Semestinya, pondasi Bronjong ini dikerjakan alat berat, untuk hasil maksimal dan efisien, ini malah dimanualkan, apa tukangnya sanggup? Kalaupun sanggup, saya pastikan tidak rata pondasinya, tukang bronjong harusnya tidak menggunakan cangkul lagi, terlihat seperti proyek abal-abal saja,” celetuk Ali Aladin warga Pematang Cengal Barat.

Ali Aladin juga mengatakan, inikan proyek provinsi, anggaran hampir 2 (dua) milyar, kenapa baru seminggu dikerjakan, Askavator sudah pulang, apa pondasi bronjong sudah selesai? untuk lebih jelasnya, coba Abang tanyakan kepada tukang yang kerja di lokasi, ujarnya.

Informasi yang dapat dihimpun oleh Kru media di lapangan, askavator hanya menyelesaikan galian parit fondasi untuk proyek tembok saja, namun berdasarkan keterangan dari salah seorang seorang tukang yang enggan untuk dicantumkan jati dirinya, bahwa Askavator sudah mengerjakan fondasi Bronjong, namun hanya sebagian saja, selebihnya akan dikerjakan secara manual.

“Kerjaan ini tidak bisa dipaksa, ketika air surut nanti, kelihatan jelek hasilnya,” ujar tukang tersebut.

“Pesan dari pihak PU, kalau dapat ukuran dipasang, kalau tidak, jangan tanah yang kering harus digali, kedalamannya sudah dapat ukuran, kami belum mengatakan sanggup kalau dimanualkan, jika tak sanggup, kami tinggal pulanglah,” sambungnya.

Banyak warga dan rekan-rekan media yang terus memantau kerjaan yang lagi dikerjakan, jika untuk hal yang macam-macam, kami tak berani, jelas tukang.

Secara terpisah, salah seorang staf ahli kontruksi dan perencanaan Dinas PUPR Langkat, menanggapi hal ini mengatakan, jika askavator yang digunakan pada kontruksi pembangunan bronjong adalah untuk membuat fondasi bronjong kuat dan maksimal lagi efisien karena, ratanya permukaan fondasi akan sangat mempengaruhi kekuatan dan kerapian fisik Bronjong, harus dipastikan, batu benar-benar duduk rata pada fondasi dalam keadaan span.

Bila fondasi tidak rata, maka batu kawat yang diletakkan itu akan melorot dan berpotensi bronjong akan runtuh, yang rugikan pemborongnya, harus balik ke nol lagi kerjaannya. Jika dimanualkan tidak memakai Askavator, mengandung resiko yang tinggi, baik terhadap pekerja, maupun pada fisik bronjong, yang sewaktu-waktu Bronjong dapat runtuh, jadi sebaiknya menggunakan askavator,” ujarnya di Stabat, Selasa (09/8/2022).

Diketahui, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara pada Dinas Sumber Daya Air Cipta Karya dan Tata Ruang UPT Pengelolaan Irigasi Wampu Besitang, pada program pengelolaan Sumber Daya Air(SDA), melaksanakan kegiatan rehabilitas dan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir dan pengamanan sungai/pantai pada Sei Batang Serangan, Desa Pematang Cengal Barat, lagi membangun tembok batu sepanjang 550 M dan pemasangan Bronjong sepanjang 188 M, yang dilaksanakan oleh CV Global Nusantara, dengan nilai kontrak Rp1.755.969.000, hingga berita ini tayang, pihak media belum dapat untuk mengkonfirmasi pihak rekanan. * B1N-Sfn