Kirno Warga Jalan Kasih Ujung Desa Kedai Durian Merasa Dizolimi Pihak Pengusaha Showroom Mobil  

Deliserdang-Beritasatunews.id | Kirno, warga Jalan Kasih Ujung tepatnya di Dusun Vll, Desa Kedai Durian, Kecamatan Delitua, Kabupaten Deliserdang, merasa di Jolimi/tertipu oleh pihak showroom mobil.

Menurut keterangan korban Kirno kepada wartawan didamping Siis, warga Dusun Vll tak jauh dari rumah korban yang menjadi saksi hidup pembelian mobil tersebut di showroom mobil berinisial SJM di Jalan AH, Nasution/Tritura membeli satu bua unit mobil roda enam bermerek Kanter/Coldesel tahun 2019 dalam keadaan seken dan dengan cara mencicil dan DP Rp70 juta angsuran perbulan Rp 7.670.000 selama enam puluh bulan.

Selain itu, korban juga mengatakan sebelum korban membeli mobil, korban hendak memanggil mekanik pribadinya. Tiba-tiba dihalangi dan tidak diperbolehkan oleh sang pemilik showroom mobil berinisial AN. Di sini pun ada mekanik, ujar pemilik showroom.

Lalu korban pun tidak menaruh curiga kepada pihak showroom mobil karena dilihat bodinya masih bagus dan mulus. Okelah, ujar korban dengan senang. Korban lalu bertransaksi melalui lesing dan menyerahkan segala dokumen lengkap dan uang muka sebesar Rp70 juta, diberi garansi mesin selama satu bulan oleh pihak showroom mobil tersebut.

Belum sampai seminggu digunakan, mobil tersebut sudah masuk bengkel akibat panas karena kering air radiatornya, akibatnya mesin mati. Kemudian supir menelepon pemilik mobil, menceritakan tentang mobil tersebut dalam keadaan mati mesin karena panas di wilayah Perapat. Ya sudahlah masukkan saja ke bengkel terdekat, ujarnya.

Dengan bukti foto posisi mobil dan kwitansi pembayaran di bengkel AN, pemilik showroom lalu membantu pengeluarkan uang pembayaran memperbaiki mobil dan seminggu kemudian mengulah lagi mobil tersebut, masuk lagi ke bengkel dengan permasalahan yang sama.

Hingga pada akhirnya, korban timbul rasa kejenuhan karena mobil tersebut bolak balik masuk bengkel dan turun mesin, bongkar mesin habis puluhan juta.

Terjadilah perdebatan kecil antara korban dan pihak showroom, juga dari pihak lesing yang disaksikan oleh oknum TNI, awak media dan supir hingga pada akhirnya tidak ada titik temunya.

Ketika di konfirmasi wartawan, pemilik showroom mobil AN, di halaman showroom kenapa awal mulanya korban mau membawa mekanik pribadinya tidak diperbolehkan, ada apa sebetulnya kenapa tidak di perbolehkan? Lalu dirinya menjawab kita sudah banyak membantu Kirno, bahkan sudah berulang kali kami membantunya, jadi mau gimana lagi, tutur AN. * B1N-Nardi