Proyek Pemeliharaan Rutin Jembatan di Jalan Besar Medan-Deli Tua ke Pancur Batu Diduga Asal Jadi

Deliserdang-Beritasatunews.id | Proyek pemeliharaan rutin jembatan di Jalan Besar Medan-Deli Tua mengarah ke Pancur Batu diduga dikerjakan asal jadi/amburadul, tepatnya di Desa Durin Tonggal, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deliserdang, Sumut.

Padahal anggarannya lumayan cukup besar yang dikucurkan oleh Pemkab Deliserdang senilai Rp119.992.000 menggunakan anggaran APBD tahun 2025.

Akan tetapi pembangunan tersebut dinilai amburadul. Pasalnya, pengolahan materialnya menggunakan alat manual yang seharusnya menggunakan mesin molen, ini hanya menggunakan alat seadanya mulai dari cangkul dan sekop.

Selain itu, bahan yang digunakan untuk menopang jembatan tersebut menggunakan kayu biasa, sudah kecil-kecil kayunya digunakan untuk menahan yang cukup berat sudah tidak masuk akal.

Ketika dikonfirmasi wartawan melalui via Washapp, Senin (24/11/2025), Pelaksana Kekerjaan berinisial Png tidak menjawab, dikirim via pesan washapp tidak dibalas. Ada apa ini? wajib dipertanyakan?

Menurut keterangan narasumber warga sekitar mengatakan, pelaksana pekerja pembangunan tersebut, PNG jarang sekali ada di proyek tersebut. Kalau pun datang hanya setengah jam saja di lokasi proyek, ujar warga.

Selain itu, warga yang tidak mau sebutkan jati dirinya juga mengatakan, pengawas dari UPTD VI yang berinisial Agg disinyalir tidak menjalankan tupoksi jabatannya. Pasalnya, yang seharusnya tugasnya mengawasi proyek pemerintah tersebut, malah tidak pernah sama sekali mengawasi sebagai mana tugasnya sebagai pengawas, ujar warga.

Warga Desa Durin Tonggal meminta kepada KPK, BPK dan instansi penegak hukum lainnya harus melakukan pemeriksaan terhadap proyek tersebut. Pasalnya, jembatan tersebut tidak sesuai harapan warga, karena tidak rata akibatnya apabila turun hujan maka akan tergenang karena tidak rata dengan jalan. Ini proyek wajib diperiksa, ujar warga Desa Durin Tonggal. * B1N-Nardi