Deliserdang-Beritasatunews.| Sosok berpengalaman, berintegritas, dan dikenal sangat dekat dengan kehidupan masyarakat kini menjadi andalan warga Desa Patumbak Kampung untuk membawa perubahan besar. Ubudiah, Calon Kepala Desa nomor urut 5, dianggap memiliki kapasitas luar biasa serta pemahaman mendalam akan seluk-beluk pemerintahan dan kebutuhan warga, berbekal pengalaman puluhan tahun mengabdi sebagai birokrat dan mantan Lurah.
Mengusung semangat persatuan dengan slogan andalan “Salam Lima Jari”, Ubudiah hadir dengan visi merangkul seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan suku, ras, agama, maupun latar belakang sosial.
Ia terlihat konsisten turun langsung ke tengah warga, bukan hanya saat masa sosialisasi, tetapi juga hadir dalam setiap momen penting masyarakat, baik saat berbahagia maupun berduka. Pendekatan personal dan humanis yang dibangunnya ini dinilai sukses menciptakan ikatan batin yang kuat serta kedekatan emosional yang mendalam dengan warga dari berbagai kalangan.
Pantauan awak media di lokasi, Posko Pemenangan nomor urut 5 senantiasa dipadati warga yang berdatangan. Bagi masyarakat, posko ini bukan sekadar markas kampanye, melainkan telah bertransformasi menjadi ruang publik terbuka, tempat aspirasi, keluhan, ide, dan harapan warga didengarkan secara langsung tanpa sekat.
“Posko ini adalah milik seluruh warga Patumbak Kampung. Kami buka lebar-lebar bagi siapa saja yang ingin menyampaikan pendapat, kritik, atau usulan demi kemajuan desa. Di sini kami belajar dan mendengar apa yang sebenarnya dibutuhkan masyarakat, karena kemajuan desa harus kita bangun bersama-sama,” tegas Ubudiah kepada awak media, Minggu (17/5/2026).
Dikenal sebagai pemimpin yang tidak pernah mau duduk diam di balik meja, Ubudiah memiliki karakter khas yaitu selalu turun langsung ke lapangan untuk melihat, menilai, dan mencari solusi atas setiap persoalan yang ada. Pengalamannya di dunia birokrasi menjadi modal emas; ia tidak hanya sekadar menggagas konsep indah di atas kertas, tetapi paham betul cara mewujudkan solusi nyata yang tepat sasaran, dapat dijalankan, dan menyentuh kebutuhan riil warga hingga ke tingkat paling bawah.
Selain kecakapan manajerial dan kemampuan teknis pemerintahan, kepribadian Ubudiah yang ramah, sederhana, rendah hati, dan apa adanya memikat hati masyarakat luas. Banyak warga menilai ketulusan hatinya adalah nilai lebih yang sulit dicari pada calon pemimpin lain.
“Beliau adalah sosok yang paling layak dan pantas memimpin desa ini. Sudah teruji pengalamannya, sangat peduli pada nasib kami warga kecil, dan punya tekad kuat membawa desa jauh lebih maju. Kami yakin, dengan kemampuan dan ketulusan beliau, Patumbak Kampung akan berubah lebih baik,” ungkap Umi, salah satu warga yang sangat mendukung langkah Ubudiah.
Hal senada disampaikan Sunardi, warga lainnya yang mengapresiasi sikap egaliter Ubudiah.
“Beliau murah senyum, ramah, dan apa adanya. Yang paling kami suka, beliau tidak pernah membeda-bedakan warga. Siapa saja disapa dengan sama hormat, baik orang mampu maupun yang kurang beruntung. Sosok pemimpin merangkul semua golongan seperti inilah yang sudah lama kami nantikan,” ujar Sunardi penuh keyakinan.
Harapan besar pun kini menggelora di dada masyarakat. Mereka meyakini, kepemimpinan yang inklusif, mengutamakan musyawarah, dan berorientasi pada kesejahteraan bersama seperti yang ditawarkan Ubudiah, adalah kunci agar Desa Patumbak Kampung melangkah menuju perubahan nyata: lebih maju infrastrukturnya, lebih harmonis warganya, dan lebih sejahtera ekonominya.
“Kami sangat berharap, jika kelak Tuhan mengizinkan dan masyarakat memberikan kepercayaan penuh kepada Ibu Ubudiah, Patumbak Kampung akan bangkit dan menjadi desa yang jauh lebih baik, makmur, dan membanggakan. Beliau adalah motor penggerak perubahan yang kami butuhkan,” tutup Ibu Sihombing dengan penuh optimisme. * B1N-Nardi







