Warga Dusun VI Gang Ceria Desa Patumbak Kampung Mengaku Tak Pernah Terima BLT

Padahal Kondisi Hidup Serba Kekurangan

Deliserdang-Beritasatunews.id | Raut wajah sedih dan kekecewaan mendalam terlihat jelas dari sosok Siti Haiyun Harahap (58), warga Dusun VI Gang Ceria, Desa Patumbak Kampung, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang. Saat disambangi awak media di kediamannya yang sederhana, Selasa (12/5/2026), perempuan lanjut usia ini menceritakan getirnya kehidupan yang dijalaninya bersama suami, di tengah keterbatasan ekonomi dan masalah kesehatan yang pelik.

Di usia yang sudah senja, Siti dan suaminya harus berjuang bertahan hidup di sebuah rumah sederhana yang kondisinya jauh dari layak. Sang suami diketahui sedang menderita sakit menahun yang membuatnya tak mampu beraktivitas, sementara Siti sendiri kini hidup dengan kekurangan fisik. Lengan kirinya terpaksa diamputasi akibat penyakit tumor ganas yang dideritanya beberapa waktu lalu. Kondisi tersebut membuat keduanya sama sekali tidak memiliki kemampuan lagi untuk bekerja atau mencari nafkah guna menutupi kebutuhan hidup sehari-hari.

Satu-satunya sandaran hidup pasangan lansia ini hanyalah uluran tangan dari anak-anak mereka. Namun, nasib anak-anaknya pun tak jauh berbeda; mereka hidup dengan kondisi ekonomi pas-pasan, sehingga bantuan yang diberikan sangat terbatas dan nyaris tak cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok maupun biaya pengobatan kedua orang tuanya.

Di tengah kondisi yang sangat memprihatinkan ini, hal yang paling menyakitkan hati Siti bukanlah rasa sakit akibat penyakit yang dideritanya, melainkan perasaan seolah diabaikan dan dilupakan oleh pemerintah desa maupun instansi sosial terkait.

Ia mengaku, meski kondisinya sangat membutuhkan uluran tangan, ia tak pernah sekalipun menerima bantuan sosial apa pun, baik itu Bantuan Langsung Tunai (BLT), Program Keluarga Harapan (PKH), maupun bantuan sembako yang kerap disalurkan pemerintah ke masyarakat kurang mampu.

Dengan suara lirih bergetar menahan kecewa, Siti menceritakan kenyataan pahit itu. Ia bahkan menyayangkan sikap pemerintah desa, terlebih lagi Kepala Desa Patumbak Kampung masih memiliki hubungan kekerabatan dengannya, namun nasibnya tak pernah diperhatikan.

“Sejak masa pandemi Covid-19 dulu sampai sekarang, kami tidak pernah dapat bantuan apa pun, baik dari pemerintah desa maupun dari Dinas Sosial. Padahal kondisi kami begini rupa, sakit-sakitan dan tak punya penghasilan. Padahal, Kepala Desa itu masih ada hubungan saudara dekat dengan kami, tapi entah mengapa kami justru dilupakan begitu saja,” ungkap Siti dengan mata berkaca-kaca.

Pengakuan Siti ini memicu gelombang keluhan dari warga sekitar sekaligus menimbulkan tanda tanya besar terkait akurasi pendataan penerima bantuan sosial di Desa Patumbak Kampung. Warga menilai, sistem pendataan dan penyaluran bantuan di desa tersebut dinilai sangat timpang dan jauh dari kata adil. Banyak warga yang sebenarnya sangat membutuhkan bantuan justru luput dari daftar penerima, sementara bantuan sosial dikabarkan lebih banyak mengalir ke kalangan tertentu yang dianggap dekat dengan penguasa desa.

Kekecewaan yang sama juga disampaikan oleh sejumlah ibu-ibu warga Dusun VI Gang Ceria yang ditemui di lokasi. Mereka mengaku miris melihat kondisi yang dialami Siti, namun hal serupa juga dirasakan oleh banyak warga lain yang nasibnya tak jauh berbeda. Mereka berharap pemerintah desa dapat bersikap lebih objektif, adil, dan transparan dalam menyalurkan bantuan kepada warga yang benar-benar masuk dalam kategori miskin dan tidak mampu.

“Jangan hanya memperhatikan kelompok tertentu saja, atau mereka yang punya hubungan keluarga erat dengan perangkat desa maupun Kepala Dusun. Kami juga warga asli desa ini, kami juga berhak diperhatikan hak kami. Bantuan itu kan diperuntukkan bagi yang benar-benar kekurangan, tapi faktanya di lapangan banyak yang seharusnya dapat malah tidak kebagian,” ujar salah seorang warga dengan nada kesal.

Warga pun berharap pemerintah desa bersama Dinas Sosial Kabupaten Deliserdang segera turun langsung meninjau dan memverifikasi kondisi nyata yang dialami Siti Haiyun serta warga kurang mampu lainnya di lingkungan tersebut.

Masyarakat menuntut perbaikan sistem pendataan agar penyaluran bantuan sosial ke depannya tidak lagi salah sasaran. Di tengah himpitan ekonomi yang kian berat dan kondisi kesehatan yang memburuk, perhatian pemerintah dinilai sangat dibutuhkan untuk meringankan beban hidup masyarakat kecil yang terabaikan. * B1N-Nardi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *