Aceh  

Anggaran Pokir DPRA Hanya Rp4 Miliar, Martini: Tak Cukup Tampung Aspirasi

Anggaran Pokir DPRA Hanya Rp4 Miliar, Martini: Tak Cukup Tampung Aspirasi
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Fraksi Partai Nasdem, Martini. (Foto: Ist)

Banda Aceh-Beritasatunews.id | Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Fraksi Partai Nasdem, Martini, secara terbuka mengungkapkan bahwa anggaran pokok-pokok pikiran (Pokir) anggota DPRA hanya Rp4 Miliar.

Hal itu disampaikan Martini saat Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menggelar Rapat Paripurna Tahun Anggaran 2026 dengan agenda utama penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Aceh tahun Anggaran 2025 dan penetapan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) untuk membahas LKPJ.

Dalam rapat yang berlangsung di gedung DPRA pada Senin (6/4/2026) tersebut, sejumlah anggota dewan menyampaikan pandangan dan catatan kritis terhadap pelaksanaan program pemerintah daerah, termasuk terkait penyaluran aspirasi masyarakat melalui pokok-pokok pikiran (Pokir).

“Anggaran Pokir anggota DPRA hanya Rp4 Miliar,” ujar Martini di hadapan pimpinan sidang.

Menurutnya, angka tersebut sangat terbatas jika dibandingkan dengan banyaknya aspirasi masyarakat yang harus diakomodasi di masing-masing daerah pemilihan.

Ia menegaskan bahwa keterbatasan anggaran ini menjadi masalah serius dalam menjawab kebutuhan riil masyarakat di lapangan.

Martini merincikan penggunaan Pokir yang ia kelola, di mana sebagian besar dialokasikan untuk pembangunan rumah ibadah.

Dari total Rp4 Miliar tersebut, sekitar Rp3,5 Miliar digunakan untuk pembangunan masjid, Rp300 juta untuk sektor pendidikan sekolah dan Rp200 juta untuk pembangunan Dayah.

Dalam kesempatan itu, ia juga meminta kepada pimpinan dewan agar tidak melakukan pemotongan terhadap anggaran Pokir yang sudah terbatas.

Ia menekankan pentingnya menjaga komitmen terhadap aspirasi masyarakat yang disampaikan pada saat reses.

“Kami mengingatkan agar usulan Reses itu benar-benar dapat diakomodir, jangan hanya dibahas tetapi tidak direalisasikan,” tegasnya. * B1N/TOP