Arosuka-Beritasatunews.id | Bupati Solok, Jon Firman Pandu, SH (JFP) selepas Salat Jumat, (18/4/2025) di Masjid Ikhlas Ar-Rahman, Kayu Aro, langsung menuju Lapau Lintas Kuliner milik Iyul, yang terletak di beranda kanan masjid, yang diiringi sejumlah tokoh masyarakat setempat.
Style low profile kepemimpinan Bupati Solok JFP ini, memang sudah habitnya, dari dahulu. Baik semasa anggota dewan, lalu ‘naik kelas’ menjadi Ketua DPRD Kabupaten Solok, dan terus meningkat lagi jadi Wakil Bupati Solok yang sempat diplesetkan orang ‘dinonjobkan’ oleh duet bupatinya.
Ketika jadi Wabup yang tidak diberi kewenangan, Ketua DPC Gerindra ini semakin sering mengunjungi masyarakat yang diiringi salam sapa masyarakat yang langsung dioplaud lewat konten kreator miliknya.
Ketika helat Pilkada kemarin, JFP mencoba peruntungan berpasangan dengan Chandra ternyata mendapat kepercayaan masyarakat dengan meraih suara terbanyak yang sangat signifikan.
Lagi, setentang kedekatannya dengan warga, terlihat selepas shalat Jumat tidak langsung pulang menuju mobil, akan tetapi ke Lapau beramah-tamah dengan masyarakat. Habit ini sudah melekat
bagi orang nomor satu di kabupaten dengan ikon tugu Ayam Kinantan Kukuak Balenggek ini. Dan ternyata kemeja batik berwarna cerah yang ia pakai pun, bergambar ikon tugu Ayam Kukuak Balenggek. “Baju ini sudah sejak tahun 2019 kita sediakan”, ujarnya disambut tawa.
Duduk di Lapau banyak makna dan Filosofi nya di Minangkabau.
Lapau adalah warung atau kedai minum/makan. Disana tempat berkumpul. Lapau Seringkali digunakan untuk bersosialisasi, berbagi cerita, dan berinteraksi.
Fungsi Lapau
Selain sebagai tempat makan, juga berfungsi sebagai media sosial, tempat berdiskusi, bertukar informasi, dan melatih kemampuan berargumen.
Sehingga orang atau ‘Urang Palapau’ dalam bahasa Minang berarti “orang yang suka ngumpul, berbaur, berinteraksi dan berdiskusi bersama masyarakat.
Sekarang sudah bisa ditebak, Bupati JFP ‘Urang Palapau’, menjadi idola masyarakat.
Kini sangat jarang pemimpin yang mau duduk bersama masyarakat, justru lebih terkesan eklusifismenya yang membuat enggan (takut) rakyat mendekati, bagaikat ada sekat berupa kasta. * B1N-Ys







