Inspektorat dan BPK Sumut Diminta Audit Pekerjaan Konstruksi SD/SMP TA 2023 Disdik Batu Bara

Inspektorat dan BPK Sumut Diminta Audit Pekerjaan Konstruksi SD/SMP TA 2023 Disdik Batu Bara

Batu Bara-Beritasatunews.id | Inspektorat Batu Bara, BPK RI Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dan aparat penegak hukum setempat, diminta agar melakukan penyisiran secara total terhadap semua proyek pembangunan ruang laboratorium komputer pembangunan ruang UKS tingkat SMP TA 2023 di bawah satuan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Batu Bara.

Hal tersebut berdasarkan amanat dari Perpres No. 43 Tahun 2019 tentang Pembangunan, Rehabilitasi, Renovasi Pasar Rakyat, Prasarana Perguruan Tinggi, Prasarana Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, dan Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.

Saat tim media memantau di lapangan, ironisnya ditemukan sejumlah hasil pengerjaan proyek tidak sesuai dengan spesifikasi teknis, maupun yang tercantum dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB), di antaranya rehabilitasi ruang kelas dengan tingkat kerusakan minimal, sedang, pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Kecamatan Datuk Lima Puluh.

Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh CV Anugerah Harapan, No kontrak 2477676/PPk/SP/Tender 2023, Nilai kontrak Rp649.686.203.00, Tanggal kontrak 21 Juni 2023, lama pelaksanaan 120 hari kerja (HK), sumber dana dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Ditinjau dari rangkaian pekerjaan atau kerangka acuan kerja (KAK), tim media menduga banyak didapati tidak sesuai dengan spesifikasi teknis, maupun yang tercantum dalam RAB.

Seperti halnya sistem manajemen keselamatan kerja (SMKK) pekerjaan ring balok atas, tambal sulam plesteran, lantai keramik, pekerjaan plafon, pemasangan lisplang seperti ular, pemasangan rangka atap  (menggunakan kayu lama)  pekerjaan kusen pintu, kusen jendela, daun pintu, hingga sampai kepada pekerjaan pengecatan dinding eksterior, interior (tampak kasar), serta pekerjaan elektrikal.

Bila dikroscek secara detail, sangat diragukan kuantitas dan kualitasnya. Bila hal ini terjadi akan memantik kecemasan para siswa-siswi. Pasalnya, bangunan gedung pendidikan memiliki peran penting dalam pembelajaran dan perkembangan siswa, sehingga keamanan dan kenyamanan bagunan harus dipastikan.

Diketahui, ada tiga proyek di lokasi yang sama di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Kecamatan Datuk Lima Puluh, yaitu pembangunan ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), No. Kontrak RP 2659676/PPK/PL/2023 nilai kontrak Rp187.289.887.00, pelaksana CV Rekayasa Multi Tama.

DAK tampak sudah selesai kedua proyek pembangunan ruang laboratorium, no kontrak 2514676/PPK /SPK/PL/2023 nilai kontrak Rp370.590.539.00 pelaksana CV Diar Riahta, dana DAK  (sedang berjalan)  ketiga seperti proyek yang dikerjakan oleh CV Anugerah Harapan.

Masih dalam pantauan tim media, sebut saja proyek pembangunan ruang laboratorium komputer pada UPT SMPN 2 Lima Puluh Pesisir, no Kontrak 2462676/ PPK/SP/Tender/2023, nilai kontrak Rp.371.248.709.00 pelaksana CV Asia Pratama Indotec. Dimana kami menduga proyek tersebut tidak sesuai bestek seperti yang tertuang di dalam RAB.

Di sisi lain, pekerjaan kontruksi bangunan baik RKB, rehabilitasi ruang kelas dengan tingkat kerusakan minimal sedang, bangunan ruang laboratorium SD/SMP pada satuan Disdik Batu Bara nyaris tak terlihat konsultan pengawas yang wajib melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap pekerjaan tersebut.

Untuk mendapatkan kepastian hukum, tim mempertanyakan kredibilitas PA, PPK, Pejabat Pengadaan, Pokja, Agen Pengadaan, PJPHP/PPHP, Penyedia, dan Konsultan Perencanaan/Konsultan Pengawas, serta Kontraktor Proyek.

Tidak menutup kemungkinan diduga keras ada praktik monopoli proyek dan kecurangan selama proses pekerjaan, hingga timbang terima proyek di lingkungan Disdik Batu Bara.

Untuk itu, tim media meminta Inspektorat Batu Bara, BPK RI Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dan aparat penegak hukum agar melakukan penyisiran terhadap semua proyek pembangunan di bawah satuan Disdik Kabupaten Batu Bara.

Sementara itu, Kabid SMP Disdik Batu Bara, EN, saat dikonfirmasi awak media terkait terkait rangkaian pekerjaan pembangunan tersebut, bungkam dan enggan menanggapi. * B1N-Samri Sinaga/Sudarno