Kabupaten Solok – Beritasatunews.id | Bagian Kesra di Sekretariat Daerah Kabupaten Solok lebih dominan berurusan kemasyarakatan yang terkenal religius ini. Kehadiran ustadz Sakar Soeib yang praktisi ini, niscaya semakin memperkokoh peran Kesra terhadap pembinaan umat, baik intern Pemda maupun masyarakat.
Sebagai ASN yang memulai karirnya sebagai seorang guru Matematika, Ustadz Sakar Soeib merupakan multi talenta, pengurus MUI, aktif berdakwah, jadual khutbah dan wirid penuh terisi, memberikan tausiah ke tengah-tengah masyarakat.
Pada jajaran birokrasi, pernah menjadi Kepala Bidang Pembinaan SMP di Dinas Pendidikan Kabupaten Solok, kemudian mutasi ke Bidang Pembinaan Pegawai di BKPSDM dan sempat kosong biasan Pilkada lalu kini diangkat untuk memperkuat berokrasi di Bagian Kesra.
Mantan Kepala SMPN 6 Gunung Talang yang terletak di Tangah Padang berdekatan Nagari Jawi-Jawi Guguk tempat asalnya, merupakan penggagas Sekolah Umum Berbasis Pesantren (SUBP) yang konsepnya selain dipakai Pemkab Solok di masa Bupati Gusmal, dirinya pun sebagai konsultan dan mentor yang dapat undangan ke berbagai daerah di Sumatera Barat, hingga Provinsi Riau dan Sumatera Utara untuk menelorkan ide cemerlangnya.
Masih ingat, sebelum menjadi Kepala SMPN 6 Gunungtalang, pelajar di SMP yang notabene masih orang kampung dan anak kemenakannya, selalu dilanda kesurupan. Sudah berbagai macam cara, setelah diobati dan diruqyah, beberapa kemudian tiba lagi.
Bahkan sampai dibawa acara anak-anak tersebut ke Masjid Ikhlas Arrahman di Kayu Aro (Arosuka) dekat kantor Bupati Solok, kadang kesurupan masih mendera anak juga, yang kala itu sering menjadi pemberitaan koran anak sekolah kesurupan.
Tidak lama Ustadz Sakar Soeib terpilih menjadi kepala SMPN 6, berkat kepemimpinan dan kepahamannya beragama, kesurupan itu tidak adalagi.
“Orang yang kesurupan itu berarti jauh dari Allah SWT, sehingga mudah dimasuki syethan. Orang yang Shalat, Insya Allah terjauh dari semua itu, karena Allah lah yang menjaga dan pelindung kita,” ujarnya.
Syethan Mengepung Manusia Dari 4 Penjuru
Khutbah Jumat Ustadz Sakar Soeib di Masjid Al Izzah Kompleks Perkantoran Pemkab Solok, Arosuka, Jumat (24/6) sangat relevan sekali.
Sebagai ustadz perwakilan ulama yang juga pewaris Nabi, penyampai Risalah ditengah umat, adalah saling bernasehat kebaikan, atau mengulang-ulang kaji, lupa-lupa mengingatkan. (QS 108 : AlKautsar).
Program bagus dan rutin dari Pemkab Solok yang menganjurkan setiap pagi Jumat ada Tausiah di Masjid kompleks, dari beribu ASN akan tetapi yang menghadiri hanya puluhan orang saja.
Di Arosuka 19 OPD dan 12 Bagian jika dikalikan perwakilan 20 orang/OPD = 620 orang, namun yang menghadiri majelis sekitaran 50 saja. Demikian pula di kantor Kotobaru 8 OPD X 20 = 160, jumlah kedatangan ke Majelis cuma lebih kurang lagi dari 50. Sehingga terasa sekali luasnya dalam masjid, karena tidak terisi dengan sedikitnya jemaah.
Menurut Ustadz, mengutip QS Al A’Raf ayat 16-17, yaitu (Iblis menjawab: ‘Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan menghalangi-halangi mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)”.
Diuraikan, ayat ini merupakan satu dari berbagai ayat yang menerangkan kisah Nabi Adam As (moyang manusia) dengan Iblis (Mbahnya Syethan). Wahbah az-Zuhaili menerangkan di Tafsir al-Munir, bahwa kisah ini tertulis setidaknya dalam surat Al-Baqarah, Al-Hijr, Al-Isra’, Al-Kahfi, Taha dan Shad.
Adapun pada surat Al-A’raf berisi penjelasan atas pemuliaan Nabi Adam As dan keturunannya serta permusuhan Iblis dengan segala kedengkiannya.
Ali As-Shabuni dalam Safwatut Tafasir menjelaskan, Iblis berargumen, karena ia dihukumi sesat, maka berusaha menghalangi Adam sampai keturunannya dari jalan kebenaran.
Dalam Tafsir Jalalain, Iblis mendatangi (mengganggu) Bani Adam untuk mengajak kesesatan dari berbagai arah, dengan merusak keimanan dan ketakwaan manusia.
Dalam Kitab Jami’ul Bayan fi Ta’wilil Quran karya Imam At-Thabari, dikatakan Iblis mendatangi/menghalangi dari semua jalan kebenaran dan kebatilan, sehingga ia bisa memalingkan manusia dari keselamatan dan memperindah kebatilan.
Berkenaan, mengenai arah yang akan dilalui oleh Iblis untuk mengganggu manusia, Imam at-Thabari menukil riwayat Ibnu ‘Abbas, terjemah haditsnya berbunyi : (Kemuadian mendatangi dari antara dua tangan mereka) depan yakni urusan akhirat, (dari belakang) yakni urusan dunia, (dari kanan) yakni urusan agama dan (dari kiri) yakni perkara kemaksiatan)”.
Selain itu, At-Thabari juga menukil pendapat lain yang mengatakan bahwa depan yang dimaksud ialah urusan dunia, bagian belakang ialah akhirat, bagian kanan ialah perkara kebaikan dan bagian kiri merupakan keburukan.
“Intinya, kita sebagai manusia dijerumuskan Syethan dari berbagai penjuru. Kita yakin seyakin-yakinnya adanya kematian, dengan 4 fardhu kifayah, mulai memandikan, menyalatkan, mengapani hingga menguburkan keluarga kita sendiri. Tapi lalai menghadapi Alam barzah persiapan amal kita masuk kubur, pengadilan mahsyar akhirat tentang deposit amal kita. Karena perang terbuka yang sudah di MoU kan Iblis Versus Nabi Adam,” ingat Ustadz Sakar. Demikian. * B1N-Ys







