KUA Biru-Biru Gelar BRUS di SMKN 1, 85 Pelajar Antusias Ikut Kegiatan 

KUA Biru-Biru Gelar BRUS di SMKN 1, 85 Pelajar Antusias Ikut Kegiatan 

Deliserdang-Beritasatunews.id | Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Biru-Biru mengadakan kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di SMKN 1 dengan melibatkan 85 peserta didik.

Acara ini berlangsung pada Selasa (26/8/2025) dan dihadiri oleh berbagai pihak, baik dari KUA Kecamatan Biru-biru maupun dari pihak sekolah.

Kegiatan di buka secara resmi oleh Wakil Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMKN) 1, Darma Ginting, SPd, didampingi guru dan staf pengajar.

Dalam sambutannya beliau mengatakan, terselenggaranya kegiatan ini diharapkan mampu memberikan bekal moral dan pengetahuan khususnya bidang keagamaan kepada para siswa.

Hadir langsung Kepala KUA Biru-Biru, Imam Syafi’i, S.HI, bersama jajaran Penyuluh Agama Islam yakni Murnisah, S.Ag, Eri yanto, SHi, Fadil Jaya, SSy, Burhan, S.Ag serta Penyuluhan Agama Kristen Rosmita br Narus, Penata Layanan Operasional Nurlela SPd, K, Julista br Tarigan dan Penghulu Ahli Pertama Khairul Abdi, SH.

Acara dipandu Murnisah S, Ag, selaku pembawa acara, sementara itu doa di pimpin oleh Erianto, S.Hi selaku Penyuluh Agama Islam.

Dalam sesi utama, Imam Syafi’i, S.Hi, sebagai narasumber dengan uraian ceramah tentang kenakalan remaja dan pentingnya perencanaan masa depan.

Beliau menjelaskan definisi remaja menurut WHO adalah anak yang berusia 10-19 tahun, dan menurut Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 yang dikatakan remaja adalah berusia 12-18 tahun.

Paparan tersebut dibagi ke dalam beberapa kategori, mulai dari kenakalan biasa, pelanggaran yang menjurus pada tindak kriminal, hingga kenakalan khusus seperti penyalahgunaan narkoba, seks bebas, perjudian, perusakan hingga perilaku beresiko balap liar dan cyber bullying.

Selain itu, Imam Syafi’i, S.Hi juga menekankan pentingnya remaja menjaga pola hidup sehat, melanjutkan sekolah serta mampu menjadi anggota masyarakat yang baik.

Dia mengingatkan agar pelajar tidak terlibat dalam kebiasaan negatif seperti merokok dan minum-minuman keras, hingga membuat kegaduhan di lingkungan sekitar.

Juga mengajak peserta untuk mulai merencanakan kehidupan berkeluarga secara matang dengan memperhatikan faktor usia ideal pernikahan, kesiapan fisik, ekonomi dan ilmu.

Dia mengingatkan tentang bahayanya stunting akibat kegagalan gizi. Ironisnya yang dapat terjadi sejak awal kehamilan hingga anak berusia dua tahun.

Melalui kegiatan BRUS ini, KUA berharap pelajar mampu memahami tantangan masa remaja serta menghindari perilaku menyimpang, sekaligus menyiapkan diri menjadi generasi penerus bangsa yang sehat, berakhlak dan bertanggungjawab, ujar Imam Syafi’i, S.HI. * B1N-Nardi