Sedimen Halangi Badan Jalan, Petani Desa Tanjung Mulia Resah

Batu Bara-Beritasatunews.id | Puluhan hektare lahan pertanian di Desa Tanjung Mulya, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara, terancam mengalami gagal tanam akibat tumpukan sedimen yang menutupi bahu jalan pertanian dan saluran irigasi pembuangan air.

Kondisi tersebut dikeluhkan oleh sejumlah kelompok tani yang selama ini menggantungkan aktivitas pertanian pada akses jalan dan sistem drainase yang memadai.

Akibat sedimentasi yang telah berlangsung cukup lama, aliran air menjadi tersumbat sehingga menyebabkan genangan di areal persawahan dan menghambat kegiatan pertanian.

Lima kelompok tani di Desa Tanjung Mulya, yakni kelompok tani yang dipimpin oleh Gemin, Kaslik, Sarman, Liwa dan Eri, meminta pemerintah melalui instansi terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum (PU) maupun Balai Wilayah Sungai (BWS) agar segera mengambil langkah penanganan.

Menurut para petani, tumpukan sedimen tersebut telah dibiarkan selama dua musim tanam tanpa adanya penanganan yang signifikan. Akibatnya, akses jalan usaha tani menjadi sulit dilalui, terutama saat musim hujan tiba.

Salah seorang perwakilan kelompok tani, Gemin, mengatakan bahwa kondisi jalan yang tertutup sedimen sangat merugikan petani. Selain menghambat aktivitas pertanian, biaya panen juga menjadi lebih tinggi karena kendaraan pengangkut hasil panen tidak dapat masuk ke lokasi lahan.

“Kalau kondisi ini terus dibiarkan, petani akan semakin merugi. Kendaraan pengangkut hasil panen tidak bisa masuk ke areal pertanian sehingga biaya angkut bertambah dan petani harus menanggung biaya tambahan,” ujarnya.

Para kelompok tani juga meminta agar sedimen yang menumpuk di bahu jalan segera diangkat serta saluran irigasi yang tertutup dilakukan pengerukan.

Mereka khawatir apabila tidak segera ditangani, lahan pertanian akan semakin sering mengalami banjir saat curah hujan tinggi.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh seorang petani setempat yang akrab disapa Kancil. Ia berharap pemerintah turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi yang dialami para petani.

“Kami berharap pemerintah segera turun ke lapangan dan melihat sendiri kondisi yang terjadi. Jika irigasi tidak segera dikeruk dan sedimen tidak dibersihkan, lahan pertanian kami akan terus terendam dan hasil pertanian terancam menurun,” katanya.

Para petani berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah maupun instansi terkait agar permasalahan sedimentasi yang menghambat akses jalan dan menutup saluran pembuangan air dapat segera diatasi demi menjaga produktivitas pertanian serta keberlangsungan mata pencaharian masyarakat Desa Tanjung Mulia. * B1N-Sudarno

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *