Berastagi-Beritasatunews.id | Sejak pagi hingga malam, atau tepatnya pada hari kedua Festival Bunga dan Buah (FBB) Kabupaten Karo tahun 2025 yang setiap tahunnya digelar di area Taman Mejuah-Juah (Open Stage) Berastagi, Kabupaten Karo, diguyur hujan gerimis, Jumat (1/8/2025).
Akibat diguyur hujan sejak pagi hingga malam tersebut, mengakibatkan antusias para pengunjung hari kedua Festival Bunga dan Buah belum juga tampak membludak memadati area open stage Taman Mejuah-Juah.
Sepinya para pengunjung berdampak pada kegelisahan sejumlah para pedagang Kuliner, Kopi, Uis Karo, Permainan anak-anak, hingga para pedagang asongan lainnya.
“Akibat cuaca gerimis dan hujan melanda, membuat orang yang berkunjung ke Festival Bunga dan Buah tidak semeriah tahun lalu. Sangat berdampak bagi kami yang berjualan di dalam stand Open Stage ini,” ungkap pedagang kuliner, Herdi Tarigan, saat diwawancarai media di lokasi.
Dikatakannya lagi, untuk kali ini memang sangat anjlok pengunjung yang datang ke festival tahunan di Berastagi ini.
Tidak seperti tahun sebelumnya. Tentunya kami selaku penyewa stand di sini sangat was-was, dimana harga stand hingga sampai saat ini belum juga balik (harga sewanya belum tertutupi-red).
“Harga stand kami saja pulang Rp3 juta rupiah saja sudah syukur kami rasakan, semoga nanti malam pengunjung ramai ke sini, ada harapan nantinya, mengingat tinggal satu hari lagi,” ucapnya penuh harap.
Meski dilanda hujan gerimis, pengunjung tetap setia berkunjung ke Open Stage Berastagi dengan mengenakan payung, di mana tradisi tahunan FBB ini terbuka buat umum, mulai dari kalangan remaja, dewasa, hingga orang tua.
“Gimana lagi, namanya juga festival tahunan, mau engak mau, meski hujan gerimis melanda, setidaknya turut merasakan apa arti Festival Bunga dan Buah,” ungkap Sri wisatawan asal Medan ini.
Adapun di sisi lain, para pedagang lebih memilih berjualan di luar. Saat dipertanyakan awak media kepada pedagang kecil (gerobak), mereka mengatakna tak sanggup membayar lapak di dalam.
“Makanya saya memilih jualan di luar,” pungkas salah satu pedagang kecil yang berjualan di luar Taman Open Stage.
Terkait price stand, menurut data yang didapat awak media, baik dari lapangan yang dihimpun, diketahui harga stand dibanderol pihak panitia mencapai Rp3 hingga Rp7 juta rupiah.
Bahkan terakhir ditanya ke panitia jelang hari H (minus 1) sudah turun, dan tampak di acara berlangsung banyak stand yang tidak bertuan alias kosong, mungkin karena harga yang cukup tinggi di awal promo dari panitia. * B1N-Jul







