Tenaga Pengajar Ajukan Surat Petisi Ketidakpuasan Kinerja Plt Kepala SMAN 2 Kota Pinang

Tenaga Pengajar Ajukan Surat Petisi Ketidakpuasan Kinerja Plt Kepala SMAN 2 Kota Pinang

Labusel-Beritasatunews.id | Tenaga Pengajar SMA Negeri 2 Kota Piang mengajukan surat petisi ketidakpuasan kinerja Plt Kepala SMA Negeri 2 Kecamatan Kota Pinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel).

Surat petisi yang ditandatangani 31 orang tenaga pengajar, termasuk dewan guru, bendahara dan staf operator yang ditujukan kepada Kepala Cabang (Kacab) Dinas Pendidikan (Disdik) Rantauprapat,.

Dalam surat petisi tersebut, tercantum sejumlah nama dewan guru, bendahara dan staf operatot SMA Negeri 2 Kecamatan Kota Pinang, yang membubuhkan tanda tangan yang menyatakan kurang setuju untuk menerima Plt kepala sekolah yang berinisial SNH yang kebetulan kepala sekolah depenitif di SMA Negeri 3 Kecamatan Torgamba Kabupaten Labusel.

Dari keterangan tersebut, Rabu (4/9/2024) pukul 11.30 Wib, para dewan guru, bendahara dan staf operator mengungkapkan rasa kurang nyaman dan merasa terpojokkan apabila ada saran dan keluhan, baik siswa apa lagi kami sebagai dewan guru, selalu menyalahkan kami, termasuk operator dan bendahara yang setiap harinya tidak pernah merasa benar dimata SNH sebagai Plt Kepala Sekolah di SMA Negeri 2 Kecamatan Kota Pinang.

Bukan hanya itu, Plt kepala sekolah jarang masuk, bahkan 1 Minggu belum tentu hadir. Ada juga beberapa siswa/siswi mau melegeskan Ijazah harus menunggu 3 hari, bahkan sampain 4 hari baru di leges oleh Plt Kepala sekolah, terang guru.

Melalui petisi itu, para guru, bendahara dan staf operator memohon agar Plt Kepala SMA Negeri 2 tersebut di ganti dengan kepala sekolah yang lain, harap mereka.

Terpisah, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdis) Rantauprapat yang di wakili KTU sekaligus Pj Kasi SMA, Ali Harun Ritonga saat di konfirmasi awak media terkait adanya surat petisi tersebut, mengatakan, kami belum bisa menjawab karena masalah ini adalah masalah internal sekolah. Lalu Ali Harun meninggalkan awak media terkesan enggan untuk di kompirmasi.

Dari adanya surat tersebut, awak media nencoba menghubungi Plt Kepala Sekolah melalui WhatsApp peribadinya dan via telpon, kadang di jawab dan sesekali di angkat, bahkan awak media mengkonfirmasi terkait mitra antara media cetak dengan sekolah, yang sudah lama, terjalin baik sebelumnya melalui WhatsApp.

“Kapan bisa di ambil uang koran bu kepsek, jawabannya, nanti ya pak di kabari, saya belum bisa memberikan keterangan pak, kebetulan saya sakit pak,” tutupnya.

Sebelumnya, antara media cetak dengan kepala sekolah hubungannya baik dan sangat bagus, terlebih sudah bermitra dan hubungan guru, bendahara dan staf operator selalu sejalan bahkan tidak ada masalah. * B1N-Hasanuddin Hsb