Mustahil Lautan Kalah dengan Air Hujan, Tapi Kenapa Batu Bara Tetap Banjir?

Mustahil Lautan Kalah dengan Air Hujan, Tapi Kenapa Batu Bara Tetap Banjir?
Banjir di wilayah pesisir Kecamatan Medang Deras. (Foto: Ist)

Batu Bara-Beritasatunews.id | Mustahil lautan kalah dengan air hujan atau sungai. Tapi mengapa air hujan bisa menyebabkan banjir, padahal lautan yang luas seharusnya bisa menampung aliran air dari daratan?

Pertanyaan ini juga disampaikan oleh Hasan Tiro, atau yang akrab disapa Hasan Kumis, seorang tokoh masyarakat dari Kecamatan Medang Deras.

Dalam keterangannya kepada wartawan, dia menyoroti penyebab utama banjir bukanlah karena laut kalah dengan air hujan, melainkan karena buruknya sistem aliran sungai di wilayah tersebut.

Sebagai daerah yang sebagian besar berbatasan langsung dengan laut, banjir di wilayah ini memang menimbulkan banyak pertanyaan.

Curah hujan yang tinggi dalam beberapa pekan terakhir menyebabkan sejumlah wilayah di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, tergenang banjir.

Kondisi paling parah terjadi di wilayah pesisir seperti Kecamatan Medang Deras dan sekitarnya.

Sungai Mendangkal, Air Meluap

“Memang beberapa kecamatan di daerah kita berada di kawasan muara sungai. Ada dua sungai besar dan beberapa anak sungai yang langsung bermuara ke laut,” jelas Hasan.

Namun menurutnya, saat ini kedua sungai tersebut mengalami pendangkalan dan penyempitan.

Hal ini menyebabkan debit air dari hujan yang turun tidak bisa langsung mengalir ke laut, sehingga meluap ke permukiman warga.

Dua sungai utama yang dimaksud adalah Sungai Aek Sipange dan Sungai Dalu-dalu.

Kedua sungai ini memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Batu Bara, baik untuk pertanian maupun mobilitas harian.

Sungai Aek Sipange, salah satu sungai terbesar di Batu Bara, kerap menjadi sorotan karena belum adanya jembatan penghubung yang aman bagi warga.

Pemerintah dikabarkan tengah membangun jembatan untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Sungai Dalu-dalu, di sisi lain, menjadi penyebab utama banjir di beberapa wilayah setelah tanggulnya jebol, mengakibatkan genangan air di lahan pertanian warga Kecamatan Air Putih.

Seruan Kepada Pemerintah

Hasan Tiro meminta agar pemerintah provinsi dan kabupaten segera bertindak untuk mengatasi permasalahan sungai yang kian mendesak.

Dia secara khusus menyampaikan harapannya kepada Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Bobby Afif Nasution, serta Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA), agar segera melakukan pengerukan sungai dari lumpur dan pasir yang mengendap.

“Tolong secepatnya sungai yang melintas diangkut lumpur dan pasirnya. Kembalikan fungsinya. Mustahil lautan itu kalah dengan air hujan atau sungai,” tegas Hasan.

Lebih lanjut Hasan juga mendesak Bupati Batu Bara agar lebih aktif menyampaikan keluhan masyarakat kepada pemerintah provinsi.

“Kami tidak ingin Batu Bara dikenal sebagai daerah wisata banjir. Ini bukan citra yang kami harapkan,” pungkas Hasan Kumis. * B1N-Sudarno