Berakhir Duka, Dua Korban Hilang Akibat Longsor di Tapsel Ditemukan Meninggal Dunia

Tapsel-Beritasatunews.id | Masa penantian penuh harap sekaligus kecemasan panjang akhirnya berakhir dengan kabar duka. Dua warga yang hilang tertimbun material tanah longsor di Lingkungan II, Kelurahan Wek I, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, akhirnya berhasil ditemukan oleh tim gabungan. Namun sayangnya, kedua korban telah ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa setelah proses pencarian yang berlangsung intensif selama dua hari berturut-turut.

Kapolsek Batangtoru, AKP Penggar M. Siboro, membenarkan peristiwa tersebut dan memastikan bahwa kedua korban yang sebelumnya dinyatakan hilang karena terbawa longsoran tanah dan bebatuan, kini telah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian.

Adapun identitas kedua korban yang ditemukan adalah Yasine Gulo (44) dan Sariman Gulo (26), keduanya merupakan warga asli Kelurahan Wek I. Diketahui, Sariman adalah anak kandung dari Yasine Gulo. Korban pertama, yakni Yasine Gulo, berhasil ditemukan oleh tim pencari pada Selasa pagi (19/5/2026). Sementara itu, pencarian terus dilakukan hingga keesokan harinya, dan jenazah Sariman Gulo berhasil ditemukan tidak jauh dari lokasi kejadian pada Rabu pagi (20/5/2026).

“Benar adanya, dua korban yang hilang akibat peristiwa tanah longsor di Kelurahan Wek I tersebut sudah kami temukan. Namun kabar yang kami terima dan lihat di lokasi, keduanya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” ungkap AKP Penggar M. Siboro saat dikonfirmasi awak media, Rabu (20/5/2026).

Proses pencarian di hari kedua kembali difokuskan pada penyisiran mendalam di kawasan Kampung Mandailing, Kelurahan Wek I, yang menjadi titik pusat terjadinya longsor. Tim gabungan kembali menelusuri setiap sudut lokasi dengan hati-hati demi menemukan sisa korban yang belum ditemukan.

AKP Penggar menjelaskan, begitu jenazah ditemukan dan diangkat dari timbunan tanah, petugas langsung membawa kedua korban menuju Puskesmas Batangtoru untuk dilakukan pemeriksaan medis guna memastikan penyebab kematian dan ketepatan identitas. Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah kemudian diserahkan sepenuhnya kepada pihak keluarga untuk disemayamkan dan diurus sesuai adat istiadat setempat.

“Segera setelah proses evakuasi dilakukan, jenazah dibawa ke Puskesmas Batangtoru untuk pemeriksaan medis dan verifikasi data. Setelah itu, kami serahkan kembali kepada pihak keluarga agar bisa segera dimakamkan sesuai keinginan keluarga yang ditinggalkan,” jelas Kapolsek.

Peristiwa tanah longsor maut ini bermula pada Senin sore (18/5/2026), ketika hujan dengan intensitas cukup tinggi mengguyur wilayah Kecamatan Batangtoru dan sekitarnya dalam durasi yang cukup lama. Akibatnya, tanah di lereng yang tidak jauh dari pemukiman warga menjadi labil dan akhirnya longsor, menimpa bangunan dan membawa lari dua warga yang saat itu berada di lokasi.

Mendapat laporan tersebut, pencarian langsung dilakukan bersama-sama oleh warga setempat dengan peralatan seadanya. Namun karena volume material longsor yang cukup besar dan tebal, proses pencarian kemudian diperkuat dengan pengerahan satu unit alat berat guna membantu penggalian dan pembersihan material.

Secara bertahap, operasi pencarian dan pertolongan diperkuat dengan melibatkan unsur gabungan dari berbagai instansi terkait, di antaranya 10 personel dari Kepolisian, 15 personel dari TNI, 20 personel dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), ditambah puluhan relawan serta masyarakat sekitar yang turut berbondong-bondong membantu. Kerja sama yang solid antar elemen masyarakat dan petugas menjadi kunci hingga akhirnya kedua korban berhasil ditemukan meski berakhir dengan duka mendalam bagi keluarga dan warga Batangtoru pada umumnya. * B1N-Rizal/R

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *