Deliserdang-Beritasatunews.id | Konsisten merangkul seluruh elemen masyarakat dan membangun persatuan, Calon Kepala Desa Patumbak Kampung Nomor Urut 5, Ubudiah, kembali hadir di tengah warga. Kali ini, ia memeriahkan acara syukuran dan pertemuan keluarga besar Marga Batak Toba Naimarata yang digelar di lingkungan Gang Amal, Desa Patumbak Kampung, Minggu (17/5/2026) sore.
Kedatangan sosok yang dikenal dengan semboyan “Salam Lima Jari” ini disambut dengan antusiasme tinggi, hangat, dan penuh nuansa kekeluargaan. Dengan gaya yang ramah, sederhana, dan apa adanya, Ubudiah tampak sangat membaur, tak ada jarak antara dirinya dengan masyarakat.
Di sela-sela keakraban acara, ia meluangkan waktu untuk berdialog langsung, menyapa satu per satu warga, dan dengan seksama mendengarkan berbagai masukan, harapan, hingga keluhan yang selama ini menjadi perhatian warga terkait kemajuan desa.
Dalam kesempatan berharga itu, Ubudiah menegaskan prinsip utama yang akan dipegang teguh jika nanti diberi amanah memimpin: pemerintahan desa harus terbuka, partisipatif, dan menjadikan suara rakyat sebagai landasan utama setiap kebijakan.
“Alhamdulillah, hari ini saya disambut luar biasa oleh keluarga besar Marga Naimarata. Saya menyerap begitu banyak aspirasi berharga, ide, dan harapan yang disampaikan langsung oleh warga di sini. Segala masukan ini sudah kami catat dan akan menjadi prioritas program kerja kami ke depan. InsyaAllah, apabila kelak masyarakat memberikan kepercayaan dan amanah memimpin Desa Patumbak Kampung, saya ingin bergandeng tangan erat dengan seluruh lapisan masyarakat, bersatu padu mewujudkan desa yang jauh lebih maju, tertata rapi, dan sangat responsif terhadap kebutuhan riil warganya,” ujar Ubudiah kepada awak media.
Ia menegaskan kembali bahwa seorang pemimpin tidak akan pernah mampu bekerja maksimal dan membawa perubahan besar jika hanya bekerja sendiri di balik meja. Dukungan, masukan, dan keterlibatan aktif masyarakat adalah kekuatan paling besar dan pondasi kokoh bagi pembangunan desa.
“Aspirasi warga adalah kompas dan peta jalan kami. Tanpa mendengar suara rakyat, arah pembangunan tidak akan tepat sasaran. Kami sadar betul, kami tidak bisa bekerja sendiri. Karena itulah, kebersamaan, persatuan, dan keterlibatan semua golongan adalah kunci utama yang akan kita gunakan untuk mengangkat derajat desa ini menjadi lebih baik dan sejahtera,” tegasnya penuh keyakinan.
Tak hanya fokus menyerap aspirasi pembangunan umum, dalam kunjungan silaturahmi tersebut, Ubudiah juga menunjukkan sisi kepedulian sosialnya. Ia menyempatkan diri berkunjung ke kediaman seorang nenek lanjut usia yang hidup sebatang kara bersama cucunya dalam keterbatasan ekonomi. Ubudiah melihat langsung kondisi nyata warga tersebut yang sangat membutuhkan uluran tangan dan perhatian serius dari pemerintah desa.
Momen pertemuan itu membulatkan tekadnya bahwa kesejahteraan masyarakat kecil, lansia, dan warga kurang mampu harus menjadi fokus utama pelayanan.
“Apa yang baru saja kami lihat dan saksikan sendiri hari ini adalah bukti bahwa masih ada saudara kita yang membutuhkan perhatian negara dan pemerintah desa. Ini menjadi tanggung jawab moral sekaligus komitmen besar bagi kami. Jika nanti dipercaya memimpin, perlindungan, bantuan, dan perhatian penuh bagi lansia, warga kurang mampu, dan masyarakat yang rentan akan menjadi skala prioritas tertinggi kerja kami. Tidak ada warga yang tertinggal, tidak ada yang terabaikan,” tutupnya.
Kegiatan silaturahmi yang berlangsung penuh kehangatan dan kekompakan ini kembali meneguhkan langkah Ubudiah dalam membangun komunikasi politik yang inklusif. Ia terus bergerak menyatukan hati lintas kelompok, marga, dan latar belakang, demi cita-cita besar mewujudkan Desa Patumbak Kampung yang harmonis, bersatu, dan sejahtera. * B1N-Nardi







