Deliserdang-Beritasatunews | Keresahan mendalam melanda warga Desa Bandar Baru, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara. Keberadaan praktik perjudian jenis “Tembak Ikan” yang diduga kuat dimiliki oleh oknum berinisial “AW”, beroperasi secara terang-terangan di kawasan Jalan Besar Jamin Ginting, tepatnya di lingkungan Kedai Pak Lobar, kini kian merajalela dan menjadi masalah pelik bagi masyarakat.
Kondisi semakin memburuk karena lokasi yang dijadikan sarang perjudian tersebut ternyata sekaligus menjadi pusat peredaran barang haram, khususnya narkotika jenis sabu-sabu. Dua kejahatan besar ini berjalan beriringan, tumbuh subur, dan semakin meresahkan, bahkan dikabarkan mulai merusak tatanan kehidupan sosial serta mengancam masa depan generasi muda di wilayah tersebut.
Yang paling membuat warga kecewa dan mempertanyakan penegakan hukum adalah fakta bahwa lokasi tersebut sebenarnya sudah pernah digerebek dan ditindak oleh aparat kepolisian belum lama ini. Namun, ironisnya, tak berselang lama setelah tindakan itu, aktivitas haram tersebut kembali bangkit, beroperasi seperti sedia kala, dan bahkan terasa semakin berani tanpa rasa takut sedikit pun.
Melihat kondisi yang tak lagi bisa ditoleransi ini, masyarakat setempat akhirnya bersuara lantang dan menyampaikan keluh kesahnya kepada awak media, Senin (18/5/2026). Warga mendesak Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol. Whisnu Hermawan Ferianto, S.I.K., M.H., beserta seluruh jajaran kepolisian, mulai dari tingkat Polrestabes Medan hingga Polsek Pancur Batu, untuk segera turun tangan melakukan penindakan tegas, tuntas, dan permanen.
Seorang warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku sudah tak tahan lagi dengan suasana lingkungan yang kian hari kian tidak kondusif. Ia menceritakan betapa hilangnya rasa aman, nyaman, dan ketenangan di desa mereka akibat keberadaan dua kejahatan tersebut.
“Kami warga sudah tidak punya rasa tenang dan nyaman lagi tinggal di sini. Keberadaan tempat judi sekaligus tempat jual beli barang haram itu sangat mengganggu ketenteraman umum. Di sana sering terjadi keributan, pertengkaran, hingga tawuran. Yang paling kami khawatirkan adalah anak-anak muda kita, pemuda desa, banyak yang mulai terjerumus, rusak masa depannya, dan menjadi korban lingkungan buruk ini,” ungkap warga tersebut dengan nada penuh kekhawatiran.
Lebih jauh, warga itu mempertanyakan efektivitas penindakan yang dilakukan aparat selama ini. Pasalnya, meski ada laporan dan sempat ada tindakan, para pelaku seolah kebal hukum. Aktivitas yang sempat mati suri kini hidup kembali bahkan lebih subur. Hal ini memunculkan kecurigaan besar di tengah masyarakat adanya indikasi perlindungan dari pihak tertentu yang membuat pelaku merasa aman dan berkuasa.
“Belum lama ini memang ada kabar digerebek kepolisian, kami sempat lega. Tapi kenyataannya, baru beberapa hari berlalu, mereka sudah buka lagi, beroperasi lagi, tumbuh subur kembali seolah tidak terjadi apa-apa. Ini yang kami pertanyakan: apa mereka punya pelindung? Apa ada permainan di balik layar sehingga merasa aman dan berani menantang hukum? Ini sangat menyakitkan kami yang menginginkan lingkungan bersih dan sehat,” tegasnya dengan nada kesal.
Karena merasa kecewa dengan penanganan di tingkat bawah, warga kini menaruh harapan besar langsung kepada pucuk pimpinan kepolisian di Sumatera Utara. Mereka meminta Kapolda Sumut bertindak nyata, turun langsung memimpin operasi, dan memastikan lokasi ini ditutup selamanya agar tidak menjadi bibit kejahatan berulang.
“Kapan lagi Negara Republik Indonesia ini akan benar-benar bersih dan bebas dari narkoba serta judi? Kalau kasus yang nyata ada di depan mata, diketahui lokasinya, diketahui pelakunya, tapi dibiarkan berulang-ulang seperti ini, kapan selesainya? Kalau tidak ada pihak berwenang yang berani menutup permanen lokasi judi ini, menyita peralatannya, dan menangkap pelaku serta pengedar narkoba sampai ke akar-akarnya, berarti hukum kita kalah oleh kejahatan,” ujar warga itu penuh emosi.
Warga pun menegaskan kesiapannya untuk memberikan kesaksian, data, dan informasi lengkap jika pihak kepolisian serius dan tulus melakukan penyelidikan serta penindakan. Masyarakat berharap langkah tegas Kapolda Sumut dapat menjadi titik balik yang menyelamatkan masa depan generasi muda serta mengembalikan rasa aman, damai, dan sejahtera bagi seluruh warga Bandar Baru. * B1N-Nardi







