Bupati Epyardi: Masa Saya Tak Ada Mercusuar Seperti THKW

Bupati Epyardi: Masa Saya Tak Ada Mercusuar Seperti THKW

Arosuka – Beritasatunews.id | Kedatangan Tim Safari Ramadhan (TSR) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok dipimpin Bupati Capt H Epyardi Asda M Mar ke Masjid Raya Ikhlas Arrahman Jorong Kayu Aro Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Minggu (17/4/2022) ‘menyapa’ jemaah.

Dalam sambutannya Epyardi Asda mengungkapkan, pada 26 April ini sampai setahun ia menjabat Bupati Solok.

Kehadapan jemaah, Bupati memperkenalkan sejumlah rombongan yang terdiri dari Sekda, Kepala OPD dan para ustadz yang membawakan shalat tarwih dan tausiah.

Di kesempatan itu, Pemkab menyerahkan bantuan ke masjid dengan nilai uang sebesar Rp10 juta, ditambah jam dinding digital. Ia juga memaparkan dalam sesi tanya jawab, bahwa dimasanya tidak akan ada proyek Mercusuar. Dan khusus pembangunan, adalah berbasis rakyat dan sepenuhnya untuk pembangunan ditengah masyarakat.

“Saya menganut prinsip anggaran berbasis kebutuhan rakyat maka dari itu setiap anggaran akan terfokus untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Solok. Doakan saya istiqamah mengemban tugas dalam memajukan Kabupaten Solok ini,” harapnya.

Selanjutnya, Bupati katakan pada tahun ini Nagari Batang Barus mendapatkan hampir mencapai Rp1,8 miliar APBD untuk pembangunan Nagari Batang Barus.

“Harapan saya walaupun dengan anggaran yang tergolong sedikit dapat kita maksimalkan untuk kesejahteraan masyarakat disini, “ kata Epyardi Asda.

Bupati minta kepada masyarakat untuk bisa menyampaikan usulan-usulan apa saja yang dibutuhkan, karena yang tahu apa saja yang dibutuhkan masyarakat adalah masyarakat itu sendiri.

Bagi Nagari Batang Barus, untuk tahun 2022 ini tersedia anggaran sebesar Rp1,8 miliar yang terbagi di berbagai jorong, baik Kayu Jao, Kayu Aro dan Jorong Lubuk Selasih.

“Di masa pemerintahan saya ini tidak ada proyek Mercusuar. Untuk apa gunanya seperti itu, lihat Taman Hutan Kota Wisata (THKW) yang menelan anggaran puluhan milyar, hingga kini tidak ada gunanya…apa manfaatnya,” ujar politisi berlambang matahari terbit, yang juga Ketua DPP PAN ini.

Seperti diketahui, semenjak 2017 hingga 2020, THKW telah menghabiskan dana APBD Kabupaten Solok sebesar Rp23.452. Ini keterangan pers Syaiful, mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Solok, tertanggal 10 Februari 2021, tatkala peresmian THKW era Bupati Gusmal.

Apalagi gagasan Gusmal awal periode menjabat 2005-2010, di tahun 2007 sudah di mulai pembangunan THKW yang dulu bernama THKT (Terpadu). Telah bermiliar-miliar uang digelontorkan disana, bahkan rencana pemnadian air hangat yang bersumber dari air hangat bukik gadang yang disalurkan dengan pipa khusus, hingga kini tidak pernah terwujud.

Pada periode kedua Gusmal menjabat, 2016-2021 semasa Kadis PUPR Evvia Fifi Vortuna, lagi-lagi THKW menjadi pembangunan primadona, yang juga bermiliar-miliar uang tersedot kesana. Akan tetapi kini hanya seakan menjadi monument saja.

Malah, area taman dan mainan tersebut di tengah pusat kota Arosuka, tempat kunjungan gratis tanpa ada pemasukan ke PAD daerah. Lebih celakanya lagi, kawula muda pernah dipergoki menjadi tempat pacaran dan esek-esek, bersebab tidak ada penjaganya.

Kini, dimana-mana dalam catatan Bupati Epyardi Asda, THKW ini dalam pemeriksaan khusus Inspektorat.

“Kita sudah suruh Inspektorat periksa khusus, kalau ada pejabat yang terkait di dalamnya kita tidak membela, biar hukum yang bicara”,tandasnya kelat. * B1N-Ys