Song dan Yang memperkirakan bahwa peralihan terjadi setiap tujuh dekade atau lebih.
Meskipun tampaknya hasil ini akan berdampak besar pada kehidupan di permukaan, namun dampaknya belum terasa.
“Tidak ada bencana besar yang terjadi,” kata Hrvoje Tkalcic, ahli geofisika di Australian National University dalam sebuah wawancara dengan CNN .
“Inti dalam bumi sekarang lebih sinkron dengan bagian planet lainnya daripada satu dekade lalu ketika berputar sedikit lebih cepat.”
Menurut penelitian, perubahan kecil dalam kekuatan medan elektromagnetik Bumi, serta efek gravitasi mantel terhadap inti dalam, akan cukup untuk mengubah laju rotasi inti dalam.
Namun, sekali lagi, perubahan ini tidak terlalu berdampak pada kehidupan di permukaan bumi.
Song maupun Yang menyimpulkan, diperlukan lebih banyak lagi penelitian, Sehingga inti planet Bumi dengan kemisteriusannya, kemungkinan besar masih banyak lagi yang bisa ditemukan. * B1N/ril-discover







