Medan-Beritasatunews.id | Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes turut hadiri sosialisasi pembiayaan dan penjaminan infrastruktur daerah melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) Provinsi Sumatera Utara, Senin (24/11/2025).
Kegiatan berlangsung di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut, dihadiri juga Plt BKAD Karo Sri Harmonista Br. Kaban dan Sekretaris Bappelitbang Hasyim Siregar.
Acara ini menjadi momentum krusial untuk percepatan pembangunan, terutama menghadapi penyesuaian Transfer ke Daerah (TKD) tahun 2026 yang mencapai Rp4,7 triliun. Rinciannya, Dana Bagi Hasil (DBH) turun hingga 59% (Rp1,5 triliun) dan Dana Alokasi Umum (DAU) turun 12% (Rp3,2 triliun) dibandingkan tahun 2025.
“Kita siap bantu daerah yang memanfaatkan pendanaan alternatif non-APBD. Mungkin bisa bantu pembayaran bunga setengah-setengah melalui BKP (Bantuan Keuangan Provinsi), bukan bulat langsung,” ungkap Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Afif Nasution.
Menurut Bobby, infrastruktur dan konektivitas antar daerah adalah janji paling sering diucapkan calon kepala daerah.
“Kami fasilitasi agar SMI dan PII bisa memberikan bimbingan tentang skema kerja sama,” jelasnya.
Direktur Pembiayaan Publik PT SMI Faaris Pranawa menyampaikan, Sumut termasuk salah satu dari enam provinsi di Sumatera yang menjadi debitur aktif SMI. Total komitmen proyek di Sumut mencapai Rp956,2 miliar yang didominasi pembangunan jalan, dengan enam kabupaten/kota sudah memanfaatkannya. Seluruh proyek pembiayaan publik di Sumatera mencapai Rp2,76 triliun.
Di akhir pertemuan, Bupati Karo langsung memerintahkan Plt BKAD dan Sekretaris Bappelitbang untuk mengkaji lebih mendalam peluang kerja sama dengan kedua BUMN. Mereka juga diminta mempelajari daerah yang sukses dan yang mengalami masalah keuangan jangka panjang akibat pinjaman, mengingat tantangan masa lalu seperti pandemi, pilkada, dan kebijakan efisiensi anggaran pusat. * B1N-Jul







