Deliserdang-Beritasatunews.id | Kondisi kandang ayam milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Jaba, Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, yang kini tampak rusak parah dan nyaris hancur lebur, akhirnya mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang.
Masalah ini mengemuka seiring dengan banyaknya kejanggalan yang terjadi dalam pengelolaan dana BUMDes setempat yang dinilai carut-marut dan memprihatinkan.
Melalui pesan WhatsApp yang dikirimkan pada Selasa (28/4/2026) sekitar pukul 12.42 WIB, pihak Bupati Deliserdang, dr. H. Asari Ludin Tambunan, M.Ked.(PD)., Sp.PD., menyampaikan tanggapan tegasnya.
Ia menegaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan tindakan nyata dan pembenahan menyeluruh di Desa Jaba terkait permasalahan tersebut. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah berani menyampaikan informasi dan mengawasi kinerja pemerintahan desa.
Sementara itu, seorang warga Desa Jaba berinisial IR menyampaikan harapan besarnya agar Pemkab Deliserdang segera melakukan audit mendalam terhadap pengelolaan keuangan BUMDes. Menurutnya, pengelolaan dana di desa tersebut sangat menyedihkan dan penuh tanda tanya.
Salah satu kejanggalan besar yang disorot adalah penggunaan anggaran untuk pembelian sebanyak 1.300 ekor ayam, yang dikabarkan lenyap tak bersisa dengan alasan dimangsa oleh biawak.
“Bukan hanya itu, baru-baru ini atap bangunan kandang ayam milik BUMDes itu juga hilang lenyap begitu saja. Yang sangat ironis, hingga saat ini pihak yang bertanggung jawab atau pelaku di balik kejadian tersebut belum diketahui siapa pun,” ungkap IR dengan nada kesal.
Ia menambahkan bahwa hal ini sangat tidak masuk akal mengingat lokasi kandang berada sangat dekat dengan kawasan Perumahan Cendana, yang merupakan daerah pemukiman padat penduduk.
Menurutnya, mustahil orang asing bisa masuk dengan leluasa, mengambil material bangunan dalam jumlah banyak, lalu pergi tanpa diketahui oleh warga sekitar.
“Kami sebenarnya sudah melaporkan masalah ini ke pihak kepolisian, namun sayangnya hingga saat ini penanganannya belum membuahkan hasil yang jelas dan maksimal. Oleh karena itu, kami sangat berharap campur tangan pemerintah kabupaten agar kasus ini terungkap dengan terang benderang,” tegasnya. * B1N-Nardi







