Tanah Karo-Beritasatunews.id | Setelah satu pekan masa pengisian BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) wilayah Tanah Karo, situasi di beberapa lokasi utama masih menunjukkan antrian yang panjang, Sabtu (6/12/2025).
SPBU yang berada di kawasan Berastagi, Kabanjahe dan Tiga Panah terus dipadati warga yang datang untuk mengisi BBM dengan membawa jerigen beragam ukuran, membuat antrian berbondong-bondong terlihat di setiap titik pengisian.
Kondisi antrian yang tak kunjung mereda ini membuat banyak warga kesulitan mendapatkan BBM sesuai kebutuhan harian. Terlihat jelas, sebagian besar warga yang mengantri tidak hanya membawa tangki kendaraan mereka, melainkan juga jerigen tambahan yang diisi hingga penuh. Hal ini membuat antrian berjalan lambat dan memakan waktu berjam-jam untuk setiap warga yang ingin mengisi.
Tak hanya antrian panjang di SPBU, masalah lain juga muncul di sekitaran jalan yang tidak jauh dari SPBU Simpang 3 Masjid Agung. Di lokasi tersebut, ditemukan beberapa orang yang menjual BBM jenis Pertalite secara liar dengan harga yang jauh lebih mahal dari harga resmi. Harga yang ditawarkan berkisar antara Rp25.000 hingga Rp30.000 per liter, sedangkan harga resmi Pertalite saat ini berkisar di di bawah Rp12.000 per liter.
Kejadian penjualan liar ini menimbulkan kekhawatiran bahwa sebagian masyarakat yang mencari keuntungan besar akan terus bergerak dari satu SPBU ke SPBU lain di Kabanjahe dan sekitarnya untuk mengisi jerigen, kemudian menjualnya kembali dengan harga mahal. Hal ini semakin memperparah kesulitan warga biasa yang hanya membutuhkan BBM untuk keperluan kendaraan pribadi.
Salah satu warga yang tidak mau diungkapkan namanya mengungkapkan keluhannya kepada wartawan.
“Satu pekan ini saya benar-benar kesulitan dapat BBM. Setiap kali saya datang ke SPBU, antrian jerigen selalu panjang, dan orang yang sama-sama itu yang terlihat terus datang mengisi. Kalau saja mereka hanya membeli BBM sesuai kebutuhan kendaraan mereka, mungkin situasi BBM di Tanah Karo sudah kembali lancar,” ujar warga tersebut dengan nada kesal.
Sampai saat ini, Bupati Tanah Karo telah menghimbau agar mengisi BBM dengan kebutuhan untuk mengatasi antrian panjang dan penjualan BBM liar di wilayah Tanah Karo. Masyarakat harap agar masalah ini segera diselesaikan agar aktivitas sehari-hari yang bergantung pada kendaraan tidak terganggu lagi.* B1N-Jul







