Medan  

Duduk Perkara Siswa MTs di Labusel Ngaku Berhenti Sekolah Karena Utang Biaya Rekreasi

Duduk Perkara Siswa MTs di Labusel Ngaku Berhenti Sekolah Karena Utang Biaya Rekreasi
Proses mediasi kasus viral siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) Darul Muhsinin, inisial IM (14) yang mengaku berhenti sekolah karena malu tidak mampu membayar uang rekreasi sebesar Rp350 ribu. (Foto : Ist)

Medan-Beritasatunews.id | Duduk perkara siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) Darul Muhsinin, inisial IM (14) di Labusel yang mengaku berhenti sekolah karena malu tidak mampu membayar utang rekreasi Rp350 ribu akhirnya dimediasi oleh Kementerian Agama (Kemenag) Labuhanbatu Selatan (Labusel).

Kemenag Labusel memediasi kasus viral siswi MTs Darul Muhsinin ini dilakukan di Aula Kantor Kemenag Labusel pada Kamis (24/7/2025).

Sejumlah pihak dilibatkan, mulai dari Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Labusel, pihak sekolah, siswa IM, hingga Dinas Pendidikan Sumut. Dari proses mediasi, Ketua Yayasan Darul Muhsinin, Sri Juliana Dasopang, membenarkan adanya biaya uang rekreasi.

Duduk perkara saat itu IM masih duduk di kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah (MI). Namun ketika itu, para orangtua siswa setuju dengan biaya tersebut.

“Seluruh wali murid ikut terlibat dalam musyawarah rekreasi yang diadakan pada tahun ajaran 2023-2024. Pada saat itu, siswi tersebut duduk di kelas 6 MI,” ujar Sri berdasarkan keterangan tertulis yang dikutip dari Kompas.com dari Kemenag Sumut, Jumat (25/7/2025).

Kemudian, Sri menegaskan bahwa berhentinya IM tidak ada kaitannya dengan biaya rekreasi tersebut. IM berhenti karena keinginan sendiri.

“Pihak yayasan dan siswi juga telah menulis surat pernyataan yang menyatakan bahwa siswa tersebut telah berhenti bersekolah di Darul Muhsinin saat kelas 7 semester 2 dan berhenti atas keinginannya sendiri,” ujarnya.

Berita Sebelumnya : Siswi MTs Darul Muhsinin Terpaksa Berhenti Sekolah Karena Tak Mampu Bayar Utang Rekreasi

Dia juga menambahkan, bahwa di surat itu tidak terikat oleh utang apa pun saat memutuskan berhenti bersekolah. Lebih lanjut, Sri Juliana juga menjelaskan bahwa IM merupakan siswi yang berprestasi. Dia sangat menyayangkan keputusan IM yang berhenti bersekolah.

Sri juga menerangkan bahwa dia sempat menawarkan agar IM kembali sekolah, tetapi IM enggan menerimanya.

“Melalui pertemuan ini, pihak yayasan juga menawarkan agar siswi tersebut kembali bersekolah di MTs Darul Muhsinin, tetapi kembali ditolak sebab kondisi yang kurang nyaman bagi IM untuk kembali bersekolah di sana,” ujarnya.

Sementara itu, Kakankemenag Labusel, Awaluddin Habibi Siregar, mengatakan bahwa saat mediasi, IM menyatakan keinginan bersekolah, tetapi tidak kembali ke Darul Muhsinin lagi, IM ingin melanjutkan pendidikannya di Pesantren Ar-Rasyid Labusel.

Kemenag Labusel pun membantu proses perpindahan dan biaya pendidikan IM.

“Ketika ditanya ingin melanjutkan sekolah di mana, beliau (IM) menjawab ingin bersekolah di Pesantren Ar-Rasyid Labuhanbatu Selatan. Hasil dari mediasi menyatakan bahwa siswi tersebut akan melanjutkan sekolahnya di Pesantren Ar-Rasyid Labuhanbatu Selatan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KPAD Labusel, Ilham Daulay, mengatakan bahwa berdasarkan penelusuran timnya, awalnya IM tidak mengetahui adanya orang yang merekam dan mengunggah video dirinya mengaku berhenti sekolah karena uang rekreasi.

“Tapi hal yang perlu menjadi perhatian adalah tidak adanya proteksi bagi identitas siswi yang bersangkutan. Hal ini menyebabkan siswi tersebut menjadi terkejut dengan maraknya pemberitaan ini,” ujar Ilham.

Sebelumnya, diberitakan bahwa persoalan yang dialami IM sempat heboh di media sosial.

Dilihat dari akun Instagram @psstore, tampak IM menangis menjelaskan peristiwa yang dialaminya. Dia mengatakan awalnya dimintai uang perpisahan atau rekreasi sebesar Rp350 ribu oleh gurunya.

“Perpisahan jalan-jalan ikut gak ikut tetap bayar,” ujarnya IM sambil menangis. IM lalu mengatakan, sebenarnya dia sudah mencicil biaya perpisahan sebesar Rp40.000, namun saat dia untuk melunasi pembayaran, keluarganya tidak mampu. “Kutanya sama mamak, gak ada duit mamak,” ujarnya.

Di narasi video dijelaskan, karena terus dimintai utang biaya rekreasi, dia berhenti sekolah.

Dijelaskan juga bahwa selama ini IM dibesarkan oleh ibu angkatnya yang hidup dalam kondisi pas-pasan. Sementara itu, berdasarkan postingan Instagram @fakta.indo, para guru MTs Darul Muhsinin membantah video tudingan yang disampaikan IM.

“Kami dari Yayasan Pendidikan Darul Muhsinin menegaskan bahwa berita tadi pagi itu adalah hoaks dan itu dibuat oleh oknum yang tidak mengetahui tentang hal-hal madrasah. Saya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya Labusel, jangan percaya dengan berita tersebut,” ujar para guru.

Lalu di video selanjutnya, tampak IM meminta maaf dan menyampaikan bahwa apa yang disampaikan sebelumnya tidak benar.

“Saya IM ingin meminta maaf atas berita yang kemarin, saya meminta maaf kepada Yayasan Pendidikan Darul Muhsinin dan berita yang tersebar kemarin itu berita bohong, itu hoaks,” katanya.

Dia mengatakan, awalnya menyampaikan pernyataan sebelumnya lantaran ditanyai oleh seorang pria yang memvideokannya. IM lalu juga mengklarifikasi pernyataannya sebelumnya.

IM kemudian menyebut bahwa berhenti sekolah bukan karena tunggakan uang rekreasi, melainkan karena niatnya yang lebih ingin bekerja.

“Saya lebih ingin bekerja, meringankan beban ibuku, bukan uang rekreasi, tetapi saya tidak ingin sekolah lagi,” katanya. * B1N-Tim