Ketua DPC Pejuang Bravo Lima Apresiasi Kapolres Batubara dan Jajaran

Batubara – Beritasatunews.id | Ketua DPC Pejuang Bravo Lima Kabupaten Batubara, Vicktor Oktopianus S SH mengapresiasi Kapolres Batubara dan jajaran dalam mengamankan kegiatan mudik dan arus balik libur Lebaran 2022.

Vicktor  menilai, Polres Batubara telah bekerja maksimal dalam mengatur arus lalu lintas selama musim mudik Lebaran tahun ini.

Vicktor Oktopianus S SH menilai dengan membuat pembatas jalan seperti di Jalan Lintas Sumatera Kota Indrapura dan larangan kenderaan memutar balik di daerah rawan kemacetan strategi kepolisian di bawah kepemimpinan Kapolres Batubara, AKBP Jose DC Fernandes.

Ini sangat patut diapresiasi. Pasalnya, Kapolres Batubara AKBP Jose DC Fernandes ikut turun lansung dan Polres berhasil mengawal arus mudik lebaran tahun ini dengan baik, upaya kerja kerasnya sudah maksimal, dapat dilihat Seluruh Personil Selalu siaga, sigap tanggap bekerja sampai larut malam, kata Vicktor kepada wartawan, Minggu (8/5/2022).

Vicktor mengatakan, pemerintah dan jajarannya telah memikirkan kemungkinan kemacetan yang terjadi pada mudik Lebaran 2022, beserta rencana mitigasinya.

Namun sambung Vicktor, masyarakat memilih mudik dan balik ke kota domisili sesuatu keinginan mereka, apalagi Lebaran tahun ini lebih padat dari Lebaran sebelum adanya Pandemi Covid-19, karena sudah 2 tahun masyarakat tak bisa mudik.

“Pemerintah sudah mengantisipasi dan membuat rencana. Tetapi yang menarik di sini adalah, apa yang direncanakan pemerintah itu bisa berbeda dengan apa yang direncanakan oleh masyarakat. Misalnya kalau pemerintah mengatakan berangkatlah lebih awal, pulanglah lebih cepat,” jelas Vicktor.

“Tetapi di masyarakat kan mereka yang punya rencana sendiri memanfaatkan waktu libur dan cutinya. Menambahkan hal tersebut mereka juga ada waktu liburnya yang diatur oleh tempat kerja mereka masing-masing,” sambung Vicktor.

Menurut Vicktor, kemacetan adalah risiko dari kegiatan mudik. Vicktor berpendapat arus mudik dan arus balik identik dengan kemacetan.

“Menjadi hal yang harus disikapi secara bersama-sama sekarang adalah sikap untuk bisa menerima keadaan macet supaya tidak viral ada yang marah-marah. Jadi masyarakat itu mau tidak mau, siap tidak siap, harus menerima ke macetan sebagai konsekwensi dari perjalanan arus mudik dan arus balik,” ujar Vicktor.

“Jadi masing-masing harus memahami situasi Pra Lebaran dan Pasca lebaran. Lebaran itu kalau arus mudik, arus balik identik dengan macet. Cuma masyarakat itu berharap macetnya jangan terlalu lama. Tetapi lama atau tidaknya itu tergantung volume kendaraannya,” jelas Vicktor. * B1N-Samri Sinaga