Sabang-Beritasatunews.id | Pemerhati politik kelahiran Kota Sabang, Kifly, mengkritisi dinding eksternal belakang Kantor Wali Kota Sabang yang terkesan jorok, dan plafon yang bolong.
Bukan hanya itu, terlihat tanaman liar atau pohon sudah mulai tumbuh dengan subur di dinding atas Kantor Wali Kota Sabang.
Sama seperti yang terlihat, dinding depan atas Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Sabang juga ditumbuhi pohon atau semacam tanaman liar.
Hal ini terkesan bagaikan kantor tak punya anggaran kebersihan dan anggaran perawatan gedung. Demikian dikatakannya dengan nada kecewa kepada Beritasatunews.id, Selasa (11/2/2026).
Menurutnya, Kantor Wali Kota Sabang, seharusnya jadi kantor tempat melayani masyarakat dan para tamu-tamu penting, baik dalam daerah maupun luar daerah.
Sebenarnya, kantor Wali Kota Sabang dijaga dan ditata kebersihannya, tidak seperti yang terlihat sekarang ini dinding terlihat jorok, plafon bolong, dan di bagian atas ditumbuhi pohon liar, kata Kifly lebih lanjut.
Ia menjelaskan, kalau kita masuk dan melihat Kantor Wali Kota Sabang dari sudut pandang kebersihan dan kerapiannya, jauh berbeda dari dahulu dengan sekarang.
Dahulu PNS-nya tidak begitu banyak, tetapi Kantor Wali Kota terlihat bersih dan indah. Tidak seperti sekarang ini, PNS nya begitu melimpah Kantor Wali Kotanya terkesan tak terurus.
Hai ini yang membuat ia kecewa dan layak dipertanyakan. Apa tidak ada anggaran kebersihan dan perawatan gedung untuk Kantor Wali Kota Sabang?.
Keterangan sekilas yang dikutip Beritasatunews.id dari seorang Kabag di dalam ruangan kerjanya, Kamis (13/2/2026) sekitar pukul 16.05 WIB mengatakan, tahun anggaran 2025 lalu, Kantor Wali Kota Sabang tidak punya anggaran kebersihan dan pemeliharaannya.
Menurutnya, yang ada anggaran untuk cleaning service kantor wali kota dan pendopo yang nilainya hampir satu miliar rupiah.
“Untuk tahun 2026 ini, saya belum tahu lagi ada atau tidak,” singkatnya. * B1N/TOP







