Sabang-Beritasatunews.id | Hanafiah dari Kaperwil Aceh Media Suara Mabes (MSM) menyampaikan bahwa, banyak masyarakat yang mengajukan pertanyaan mengenai sejauh mana proses penyidikan kasus dugaan korupsi Dana Infak di Baitul Mal Kota Sabang yang tengah ditangani Kejaksaan Negeri Sabang yang menjadi sorotan telah berjalan.
Pernyataan tersebut disampaikan pada saat kunjungan kerja di Sabang pada Selasa (17/2/2026), didampingi Kabiro, dan disampaikan kepada Beritasatunews.id.
“Kami minta Kejaksaan Negeri Sabang menangani kasus ini dengan lebih jeli dan teliti. Siapapun yang terlibat harus diperiksa tuntas, tidak ada pilih kasih, dan diproses sesuai hukum,” ujar Hanafiah.
Kaperwil Aceh MSM juga menegaskan keyakinan akan profesionalisme Kejaksaan Negeri Sabang dalam mengungkap kasus korupsi.
“Kita melihat kinerjanya sudah baik, dan dengan keyakinan ini, kasus yang dinanti masyarakat Sabang mudah-mudahan cepat tuntas dan terungkap,” tambahnya.
Sementara itu, pemerhati politik asal Kota Sabang, Kifli, yang dikonfirmasi pada Kamis malam (19/2/2026) pukul 21.12 WIB, menjelaskan bahwa kasus masih dalam tahap pemeriksaan.
Namun, berdasarkan informasi dari beberapa sumber terpercaya, ada dugaan adanya pihak yang mencoba menggagalkan dan menutup proses penyidikan seolah-olah tidak ada kasus yang terjadi.
“Kita perlu tahu berapa jumlah uang hasil pemotongan gaji PNS untuk infak dan sedekah setiap bulan, kemana dana tersebut disetor, dan di mana disimpan,” katanya, menambahkan bahwa informasi ini perlu dipublikasikan agar diketahui oleh PNS dan masyarakat luas.
Pendapat itu diperkuat oleh seorang PNS yang tidak ingin disebutkan namanya.
“Apa yang dikatakan pemerhati politik memang benar. Gajiku dipotong setiap bulan untuk infak dan sedekah, tapi saya tidak tahu total jumlah keseluruhan pemotongan di Kota Sabang. Perlu ada transparansi dan tidak perlu ditutupi-tutupi,” ujarnya. * B1N-TOP







