Sabang-Beritasatunews.id | Keluhan panjang masyarakat Sabang beberapa tahun ini terus meningkat, melihat kondisi Sabang tahun berganti tahun dinilai tidak ada dampak kemajuan. Apalagi Sabang dilihat pada saat ini sedih dirasakan, mungkin ke depan nanti lebih sedih lagi dirasakan dari pada hari ini.
Memang Sabang di kenal dengan Pelabuhan dan Perdagangan Bebas (Free Port) Sabang yang sudah berjalan selama 26 tahun yang dikelola oleh Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS).
Namun sayangnya itu tidak berjalan alias mangkrak berkepanjangan. Untuk apa free port kalau tidak berjalan sesuai dengan keinginan daerah dan masyarakat Sabang?
Keluhan panjang masyarakat Sabang yang ada dirasakan dengan kekecewaan, lapangan pekerjaan untuk masyarakat tidak ada, pengangguran terus meningkat, ekonomi susah, dan free port mangkrak.
Hal ini dimohon pada Wali Kota, Wakil Wali Kota dan wakil-wakil rakyat untuk mengambil satu kebijakan serta dapat menangani hal ini secara serius, agar ke depan di Kota Sabang dapat terciptanya dengan luasnya lapangan pekerjaan.
Dengan adanya lapangan kerja dapat mengurangi angka pengangguran di Kota Sabang, kata seorang pemerhati Politik kelahiran Kota Sabang berinisial ZL kepada Beritasatunews.id, Jumat (16/1/2026).
Ia menjelaskan, pembangunan lapangan pekerjaan tempat pencarian kebutuhan hidup masyarakat Sabang sudah semestinya dipikirkan oleh pemerintahan daerah. Hanya lapangan pekerjaan, tidak ada yang lain, karna untuk masa depan anak dan istrinya.
Masyarakat Sabang sudah mosi tak percaya pada BPKS, apalagi untuk berharap banyak, karena sudah melihat kemampuan kinerja BPKS selama 26 tahun mengelola free port Sabang.
BPKS dinilai tidak mampu menghidupkan Free port Sabang, apalagi untuk memajukan Sabang, jauh harapan, ini yang membuat kekecewaan masyarakat.
Pemerhati Politik Kecewa
Pemerhati Politik kelahiran Kota Sabang itu mengakui, memang betul posisi kedudukan Wali Kota Sabang di Dewan Kawasan Sabang (DKS) sebagai Anggota.
“Sebenarnya Wali Kota Sabang sudah melihat kinerja BPKS selama 26 tahun mengelola Free port Sabang, apakah ada membantu Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Sabang, dan apakah ada Free port menguntungkan masyarakat?
Hal ini jawabannya ada sama Wali Kota Sabang, jadi kalau kinerja BPKS di Sabang terus menerus seperti ini, untuk apa diperpanjang dan dipertahankan lagi, lebih bagus dirumahkan atau dibubarkan, ini lebih baik,” ujar pemerhati politik.
Lanjutnya, memang Sabang di kenal dengan potensi alam wisatanya, tapi pada saat sekarang ini sepi apalagi di Sabang ekonomi masyarakatnya susah didapatkan, lapangan kerja untuk masyarakat tidak ada.
“Untung ada tamu-tamu dari luar daerah yang berkunjung di Sabang, biarpun mereka hanya 2 hari di Sabang, nampak ada terbantu denyutnya perputaran ekonomi di Sabang,” ungkapnya. * B1N-Top







