Tapteng-Beritasatunews.id | Dalam rangka libur Idulfitri 1446 H/2025 M, Komunitas PJ Family mengunjungi makam Papan Tinggi seorang penyebar agama Islam bernama Syekh Mahmud Bin Abdurrahman Bin Muadz Bin Jabal, satu dari ratusan makam yang berada di Kecamatan Barus.
Kecamatan Barus menjadi tujuan wisata religi Komunitas PJ Family pada Sabtu (5/4/2025), dan berkesempatan berziarah dan mengunjungi makam Papan Tinggi Syekh Mahmud Bin Abdurrahman Bin Muadz Bin Jabal di Kecamatan Barus.
Barus adalah sebuah kota kecamatan di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Provinsi Sumatera Utara yang sejak zaman dahulu sebelum Indonesia merdeka menjadi tempat persinggahan para saudagar dari jazirah Arab dan Maroko pada Abad 1-17.
Barus menjadi sebuah tempat peradaban yang sudah berhubungan dengan dunia luar, keberadaannya bahkan dihubungkan dengan salah satu bahan pengawet Mummi raja-raja di Mesir Kuno dari Kayu Kamper (Cinnamomum Champora). Sebuah kayu yang menghasilkan cairan getah yang selanjutnya di ekstrak menjadi Kapur Barus.
Lewat interaksi dengan para pedagang, berkembanglah untuk pertama kalinya agama Islam di nusantara yang pada perkembangan selanjutnya Pemerintah Republik Indonesia menetapkan Barus sebagai Titik Nol Peradaban Islam Nusantara pada 24 Maret 2017, dengan ditandai dibangunnya sebuah monumen.
Makam Papan Tinggi terletak di atas bukit dengan ketinggian sekitar 200 meter di atas permukaan laut (MDPL), dan untuk sampai ke puncak bukit peziarah harus melewati sebanyak 700 anak tangga.
Namun patut disayangkan di kanan kiri anak tangga menuju makam banyak berserakan sampah botol minuman ringan dan plastik, yang seharusnya pihak pengelola desa peduli dengan membersihkannya.
“Tujuan ziarah ini semata untuk mengingat mati bagi kita yang masih hidup di dunia, agar mempersiapkan bekal menuju alam akhira,t sekaligus melihat situs awal mula Islam sampai kepada diri kita ini.
Ke depannya kami dari PJ Family akan berkunjung juga ke makam-makam yang lain seperti Makam Syekh Burhanudin di Ulakan-Padang Pariaman, ziarah ke Besilam-Langkat, Makam Wali Songo di Pulau Jawa, dan semoga Allah Swt memanggil kita untuk ziarah ke Makam Rasulullah di Madinah,” ungkap Dipa Samudra selaku ketua Komunitas PJ Family.
Bermanfaat Bagi Orang Banyak
Keberadaan situs Makam Kuno Papan Tinggi, Komplek Makam Mahligai dan Makam Syekh Machdum di Kecamatan Barus tentu saja membawa berkah bagi masyarakat sekitarnya.
Para warga membuka warung makanan dan minuman, lahan parkir, aneka minuman ringan, souvenir dan buah-buahan.
Rizki Simatupang (34) bersama beberapa pedagang lain mencoba mengais rezeki dengan berjualan es tebu.
“Saya berjualan di sini sejak tahun 2021, lahir dan besar di Desa Penanggahan,” ujar ayah dari 2 orang anak ini.
Saat diminta tanggapannya perihal omzet, sambil tersenyum dia mengatakan, kalau hari raya dan libur panjang banyak peziarah yang datang. Alhamdulillah, omzetnya pun lumayan sekitar Rp800 ribu dapat pak.
“Kalau pas sepi saya kerja bangunan,” ungkapnya kepada awak media ini.
Sebelum peziarah menaiki tangga pertama di pelataran yang teduh dan rindang, terlihat banyak pedagang yang berjualan es campur, es kelapa muda, es krim, dan bakso bakar.
Semoga Barus semakin ramai dikunjungi oleh peziarah, dan pihak pemerintah setempat lebih perhatian dalam menata lokasi makam dengan sarana dan prasarana yang lebih baik dan memadai. * B1N-BS







