Medan-Beritasatunews.id | Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyampaikan pesan penting saat menghadiri acara pelantikan pengurus Persatuan Wartawan Pemko Medan (PWPM) masa bakti 2026-2029, yang digelar di Gedung TP PKK Kota Medan, Kamis (7/5/2026).
Menurutnya, sebagai wadah jurnalis yang menjadi corong utama informasi Pemerintah Kota Medan, PWPM memiliki tugas berat namun mulia: mampu menerjemahkan beragam program pembangunan ke dalam sajian berita yang tidak hanya lengkap dan normatif, tetapi juga menarik perhatian pembaca, serta tetap tajam dalam menyampaikan kritik yang membangun.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan, Wiriya Alrahman, Ketua PWI Sumatera Utara, Farianda Putra Sinik, serta jajaran perangkat daerah.
Di hadapan para hadirin, Rico Waas menegaskan satu hal mendasar: tanpa dukungan dan peran aktif media massa, segala pencapaian serta hasil pembangunan fisik yang telah dibangun di Kota Medan akan kehilangan makna dan nilainya di mata masyarakat.
“Pembangunan terus berjalan, jembatan dan gedung-gedung baru berdiri megah, namun jika tidak ada yang memberitakan, semua itu takkan bernilai karena masyarakat tidak mengetahuinya. Contohnya Puskesmas yang dulunya rusak, kini telah kami bangun kembali menjadi lebih baik dan nyaman. Kalau tidak ada pemberitaan, siapa yang tahu perubahan itu? Di sinilah letak peran vital rekan-rekan wartawan, sebagai jembatan komunikasi dua arah antara pemerintah dan warga,” ujar Rico Waas dengan tegas.
Dalam arahannya yang lugas dan menyentuh inti persoalan, ia juga menyoroti kondisi tingkat literasi masyarakat yang dinilai masih perlu ditingkatkan. Ia pun menantang para jurnalis yang tergabung dalam PWPM untuk tidak hanya terpaku pada pola penulisan standar 5W+1H yang kaku dan normatif semata. Sebaliknya, para wartawan dituntut berani berinovasi, menggunakan gaya bahasa yang lebih dinamis, segar, dan mampu menarik minat baca masyarakat luas.
“Masyarakat kita butuh didorong, butuh sedikit ‘digelitik’ agar tertarik membaca informasi. Saya berharap, beban besar program-program pemerintah bisa diterjemahkan menjadi berita yang beragam bentuknya. Ada yang bersifat normatif, ada yang dikemas lebih menarik, dan kritik pun harus tetap ada. Silakan sampaikan kritik dan saran kepada saya secara jujur, kami justru sangat mengapresiasi hal itu, asalkan tujuannya demi kepentingan masyarakat dan kemajuan kota ini,” tambahnya.
Menyikapi derasnya arus informasi yang mengalir deras di media sosial saat ini, Rico Waas mengingatkan prinsip penting: kecepatan penayangan berita harus berjalan beriringan dengan akurasi data. Ia sangat memahami tantangan berat yang dihadapi wartawan masa kini, yang dituntut mampu menyajikan berita dalam waktu sangat singkat. Namun demikian, kualitas penulisan dan keakuratan data melalui proses kurasi yang cermat tetap menjadi hal yang tidak boleh dikorbankan.
Oleh sebab itu, Wali Kota Rico Waas menginstruksikan agar diadakan pelatihan berkelanjutan bagi seluruh anggota PWPM. Tujuannya agar mereka semakin terampil dan sigap dalam menghadapi berbagai kejadian di lapangan — mulai dari peristiwa bencana seperti kebakaran, hingga peristiwa penting lainnya — dengan penyajian data yang lengkap, benar, dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Secara khusus, ia juga menitipkan pesan agar para wartawan turut mengawal pemberitaan terkait proyek-proyek strategis besar yang sedang digarap di Kota Medan, salah satunya adalah pembangunan sistem transportasi Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang. Proyek berskala nasional ini, yang kini berkembang cakupannya dari 5 menjadi 12 ruas jalur, akan membawa perubahan dan pembangunan besar-besaran di tengah kota. Tentu saja, hal ini membutuhkan sosialisasi dan edukasi publik yang masif, yang tugas utamanya berada di tangan para insan pers.
“Tugas yang diemban Pak Edison Ginting selaku ketua beserta jajarannya sebagai corong informasi pemerintah bukanlah hal ringan. Namun saya meyakini, dengan semangat kekeluargaan, kekompakan tim, serta komunikasi yang selalu terbuka, PWPM akan mampu menjadi mitra strategis yang kokoh dan andal dalam mengawal transformasi besar Kota Medan ke masa depan,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Terpilih PWPM periode 2026–2029, Muhammad Edison Ginting, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga kehormatan serta marwah profesi wartawan, di tengah tuntutan peningkatan kualitas jurnalistik yang makin tinggi di tengah derasnya arus informasi dunia digital saat ini.
Ginting mengakui, tantangan yang akan dihadapi pada periode kepengurusan ini jauh lebih berat dan kompleks jika dibandingkan dengan masa-masa sebelumnya. Dinamika ruang digital yang begitu cepat berubah menuntut wartawan tidak hanya bekerja dengan cepat dan tangkas, namun tetap harus memegang teguh prinsip dasar jurnalistik: faktual, berimbang, serta penuh tanggung jawab.
“Saya bertekad kuat untuk mengangkat kembali martabat dan kehormatan wartawan lingkungan Pemerintah Kota Medan. Bagi kami, profesi ini bukan sekadar mata pencaharian atau pekerjaan biasa, melainkan sebuah amanah besar dari publik yang harus dijaga sebaik-baiknya,” tegas Ginting di hadapan seluruh hadirin.
Untuk menjawab berbagai tantangan tersebut, Ginting bersama seluruh jajaran pengurus baru berkomitmen menyusun dan melaksanakan berbagai program peningkatan kapasitas bagi para anggota. Fokus utamanya meliputi pelatihan jurnalistik berbasis data, literasi pengecekan fakta untuk menangkal penyebaran berita bohong atau hoaks, serta penguatan pemahaman kode etik jurnalistik agar tetap berjalan di koridor yang benar.
Lebih jauh ia menegaskan, PWPM akan senantiasa hadir sebagai mitra strategis yang konstruktif bagi pemerintah. Organisasi ini berkomitmen kuat untuk ikut mengawal transparansi kebijakan publik, serta memastikan setiap program dan kebijakan pembangunan Kota Medan tersampaikan secara akurat, jelas, dan tepat sasaran kepada masyarakat luas, sambil tetap bersikap kritis dalam menampung dan menyuarakan aspirasi warga.
“Kita tidak boleh kalah laju oleh perkembangan teknologi, namun kita juga tidak boleh sekadar ikut terbawa arus tren semata. Kita harus mampu memimpin perubahan dengan kualitas pemberitaan yang terus meningkat,” ujarnya dengan penuh keyakinan.
Sebagaimana diketahui, Muhammad Edison Ginting resmi terpilih menjadi Ketua PWPM untuk masa bakti 2026–2029 melalui keputusan yang diambil secara aklamasi. Dalam kepengurusannya, Edison didukung oleh sebanyak 58 orang anggota yang tercatat resmi dalam susunan pengurus lengkap organisasi ini. * B1N-Rk







