Diduga Dana BOS di Batubara Disalahgunakan dan Diselewengkan

Diduga Dana BOS di Batubara Disalahgunakan dan Diselewengkan

Batubara – Beritasatunews.id | Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sering kali disalahgunakan, diselewengkan dan di korupsi oleh oknum untuk kepentingan pribadi, lebih–lebih di saat masa pandemi Covid 19 yang sempat melanda negeri ini.

Namun atas kebaikan negara, dana BOS tetap dicairkan. Sedangkan kegiatan belajar mengajar di sekolah berkurang dan bahkan di daerah tertentu ditiadakan. Kendatipun demikian, tidak ada efek jera bagi oknum, sehingga peluang korupsi makin besar dan terbuka lebar.

Hal ini terjadi akibat lemahnya pengawasan, sedangkan hasil audit dari Inspektorat diduga seringkali tidak ditindaklanjuti. Hal ini bukan tidak terjadi di Kabupaten Batubara, bahkan mayoritas penggunaan dana Bos di Batubara ini tidak transparan, tidak dipublikasikan melalui papan pengumuman di sekolah dan tidak sedikit komite sekolah tidak lagi dilibatkan.

Senada dengan pemberitaan yang lalu, bahwa ada salah satu lembaga tinggi yang menemukan kejanggalan penggunaan dana bos di masa covid di sekolah dasar dan menengah pertama yang notabene hampir dua tahun tanpa ada proses belajar mengajar secara tatap muka. Namun ditemukan penganggarannya untuk kegiatan ekstrakulikuler siswa hampir di seluruh sekolah, baik di tingkat SD sederajat sampai SMP sederajat yang jumlahnya cukup mencengangkan.

Menurut agent D.538 yang sempat ditemui oleh awak media disalah satu warkop di Kota Tanjung Tiram, Batubara, beliau menceritakan perihal hasil klarifikasinya di ruangan Kadisdik Batu Bara bersama Kadis Ilyas Sitorus, Rabu (13/7/2022) salah satu klarifikasinya adalah “izin Pak Kadis berkenaan dengan penganggaran dana bos yang kami duga ada kebocoran yakni di anggarkannya dana bos untuk ekstrakurikuler siswa, yang mana sama-sama kita pahami, bahwa di masa pandemi covid 19 tidak ada proses belajar mengajar tatap muka”.

Saya pastikan tidak ada kebocoran dana BOS, anggaran ekstrakurikuler itu memang ada dianggarkan dan memang ada kegiatanya, di masa pandemi hanya Kabupaten Batubara yang melaksanakan proses belajar tatap muka se Sumatera Utara, kilahnya sembari meminta bantuan anggukan dari seorang perempuan yang berada satu ruangan tersebut dan menunjukkan vidio dari salah satu portal berita untuk memastikan bahwa di masa vandemi proses belajar mengajar tatap muka tetap berjalan seperti biasa.

Bagaimana dengan Perpres, Permendikbud, edaran Gubsu dan himbauan Bupati? Tunggu episode berita selanjutnya. * B1N-Samri Sinaga