Duo Mantan Ketua DPRD Kabupaten Solok Umbar Keakraban Dihadapan Publik

Kabupaten Solok–Beritasatunews.id | Duo Mantan Ketua DPRD Kabupaten Solok umbar keakraban dan saling berangkulan serta bemesraan dihadapan publik. Mereka adalah DR Hardinalis Kobal dan Jon Firman Pandu SH.

Kobal sapaan karibnya merupakan Ketua DPRD periode 2014-2019, sedangkan Jon Pandu periode 2019 -2024. Karir politik dua anak muda milenial ini terus meroket. Kobal pernah jadi Sekretaris Golkar pasca di Kabupaten Solok, ‘naik kelas’ menjadi anggota DPRD Propinsi Sumbar dan Jon Pandu.

Selain Ketua DPRD yang melekat juga Ketua DPC Gerindra Kabupaten Solok ini, dalam peruntungan Pilkada kemarin naik tingkat ke eksekutif menjadi Wakil Bupati mendampingi Bupati Solok sekarang Epyardi Asda, dimana semasa kampanye dengan tagline Asda Pandu.

Setelah menjadi Wabup Solok, terpaksa kursi ketua Jon Pandu diteruskan kader separtainya yang kini dipegang Dodi Hendra sebagai Ketua DPRD lanjutan hingga 2024.

Ada yang menarik dari ketika bersua duo mantan Ketua ini di hadapan publik. Mereka saling membuka pengalaman rohaniah ketika menunaikan Ibadah Umrah ke Mekkah Al Mukarramah di tahun 2018 silam.

Mereka masih sesama menjadi anggota dewan, dimana Jon Pandu anggota dari Fraksi Gerindra, sedangkan Kobal Ketua DPRD Kabupaten Solok bersama keluarga masing-masing sedang menunaikan ibadah umrah.

Entah secara berkebetulan, ucapan mereka berdua di Bumi kelahiran Nabi itu, menjadi kenyataan.

“Kami saat Umrah, di kesempatan pada sebuah rumah makan, dengan memegang sendokgarpu, saya berucap, saya serahkan palu sidang ini, sambil tangan kami mengepal berdua mendekatkan,” kata Kobal disela acara Milad dan buka bersama di Alahanpanjang, Selasa (5/4/2022).

Qadarullah, Allah mentakdirkan, selepas periode Kobal, tahunya berkenyataan, Jon Pandu melanjutkan Ketua DPRD Kabupaten Solok tersebut. Ada banyak pelajaran yang dipetik dari dua tokoh muda ini.

Menurutnya, meski ada sesame ketika di DPRD saling berargumen, bereda pendapat, bahkan bisa lebih dari itu, akan tetapi dalam berdemokrasi, dinamika kehidupan, merupakan garam serta pernak-pernik kehidupan.

“Namun demikian semua itu perbedaan bukan sebagai pemantik perpecahan, melainkan berbeda adalah untuk merajut kebersamaan tanpa memutuskan silaturrahmi,” ungkap Kobal bersahaja.* B1N-Ys