Batubara – Beritasatunews.id | Banyaknya jalan berlubang di Kabupaten Batubara menjadi potret buruk kinerja Bupati Batubara, Ir H Zahir M Ap dan Wakilnya Oky Iqbal Prima SE.
Seperti yang terlihat di Jalan Lintas Simpang Dolok menuju ke Simpang Tiga Labuhan Ruku, tepatnya di dekat Desa Cahaya Pardomuan. Terlihat jelas adanya jalan berlubang yang sangat membahayakan para pengendara. Lubang tersebut terlihat cukup dalam dan tampak pula didirikan kayu diatasnya.
Salah satu pengendara sangat menyayangkan jalan tersebut yang tidak kunjung diperbaiki.
“Bahaya sekali jalannya ini, sudahlah pas di jalan sempit ada lubang dalam pula. Tambah bahaya lagi kalau melintas di malam hari. Semoga ajalah cepat diperbaiki Pemerintah setempat,” ujarnya.
Ternyata bukan hanya di Kecamatan Datuk Lima Puluh saja, begitu juga terlihat jelas jalan rusak di Jalan Merdeka, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batubara.
Begitu pula yang dirasakan warga Desa Mangkai Lama dan Desa Mangkai Baru, Kelurahan Limapuluh, Kecamatan Limapuluh, Kabupaten Batubara. Padahal, dua desa yang dihuni 2.580 KK atau 8.000 jiwa ini merupakan lumbung suara pendukung Ir H Zahir MAP di Pilkada 2019 lalu.
Masih banyaknya jalan rusak di desa tersebut tentunya membuat masyarakat sekitar kecewa dengan kepemimpinan Zahir.
S (51) salah satu warga sekitar mengaku kecewa terkait minimnya pembangunan jalan di Desa tersebut.
“Masih banyak sekali jalan rusak, apalagi kalau masuk di Desa Mangkai Lama, sakit perut saya kalau melintas,” ujarnya dengan kecewa.
Berbagai bukti jalan rusak ini tentunya menambah daftar buruk kinerja Bupati Batubara dan Wakilnya.
Menanggapi perihal tersebut, Ketua DPD LSM TAMPERAK (Tameng Perjuangan Rakyat Anti Korupsi) Batubara, Ucok Kodam menyayangkan banyaknya jalan rusak di era Zahir-Oky ini.
“Secara logikanya jalan seperti itu ya harus diperbaiki jangan sampai menunggu jatuhnya korban jiwa. Dinas PU melalui Bina Marga harus secepatnya meresmikan anggaran untuk perbaikan jalan. Jadi kalau mereka tidak merealisasikan itu, jelas ada dugaan bahwa mereka mempermainkan dana rutin,” tegasnya
Saat Wartawan hendak mengkonfirmasi terkait hal ini melalui via telepon, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Khairul Anwar enggan mengangkat telepon tersebut. * B1N-Samri Sinaga







