Koperasi BKMT Pimpinan Almito Barometer DKUKMPP dan KMP Solok

Koperasi BKMT Pimpinan Almito Barometer DKUKMPP dan KMP Solok

Solok-Beritasatunews.id | Meski relatif muda dalam usia, namun Koperasi Konsumen Syariah BKMT Kota Solok semakin maju dan berkembang, sehingga patut dan pantas ditiru serta digugu oleh koperasi di Solok yang telah banyak pailit. Sejak mulai berdiri, setiap tahun di awal bulan selalu melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT).

“Kami sudah lima (5) kali RAT, dan selalu di awal Januari. Malah 1 Januari ada kami lakukan, tapi karena tidak memungkinkan dijadikan 7 Januari 2025 kemarin,” kata H. Almito, S.Pt selaku Ketua koperasi BKMT dalam bincang akrab bersama rekan Forum Wartawan Solok (Forwas) di sekretariatnya di Komplek Masjid di Lubuk Sikarah Kota Solok, Kamis (7/8/2025).

Bahkan hingga kini sudah lebih 200-anggota, termasuk mantan Wali Kota Zul Elfian, Kadis Koperindag dan sejumlah pejabat baik Kota maupun Kabupaten Solok.

“Koperasi kami syariah, memang dalan simpan pinjam dibacakan ijab taqlidnya”, kata Almito pensiunan Dinas Pertanian Kabupaten Solok yang hingga kini masih menjabat sebagai Badan Pengawas (BP) Koperasi Pertanian.

Menurutnya, sekarang sudah bisa meminjam maksimal Rp30 juta dan pemula Rp5 juta dilengkapi agunan. Motto, ‘Bersama membangun ekonomi Umat untuk mencari Keridhaan Allah SWT’.

Dari beberapa bincang santai sama Almito yang juga pernah jadi Ketua PWI Kab/Kota Solok dengan rekan Forwas, setentang koperasi, juga membahas Koperasi Merah Putih (KMP) bentukan Presiden Prabowo sistem vertikal tersebut.

Kemudian menyasar, dengan berbondong-bondong para wali nagari se-Kabupaten Solok ke Jakarta melihat KMP, yang baru seumur jagung itu.

Padahal cerita kantor di tengah efisiensi, tapi studi tiru KMP prioritas utama, persetan momok efisien demikian.

Tak cukup sampai di sana, obrolan sesama wartawan juga sampai-sampai mempergunjingkan Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) yang berada dalam komplek perkantoran Kabupaten Solok di Arosuka, yang kini sudah mati suri.

Lebih ironis lagi, Pemkab Solok yang mendapat prestasi baru-baru ini sebagai yang tercepat membentuk legalitas Badan Hukum KMP di seluruh nagari di Kabupaten Solok, mendapat penghargaan dari Gubernur Sumbar.

Berfoto pula Asisten III Editiawarman mewakili Bupati didampingi Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kabupaten Solok Ahpi Gusta Tusri dan Kabid Koperasinya.

“Aneh dan unik, DKUKMPP selaku leading sektor pembina koperasi, akan tetapi koperasi internalnya yang bernama Usaha Bersama, hingga kini tidak jelas ujung pangkalnya.

Sementara Djalinir mantan Kadis Koperindag (kini DKUKMPP) manejer KPRI kantor bupati sama-sama sudah tutup. Lihatlah KPRI kantor Bupati di Arosuka sekitar 5.000-an anggota, entah kemana nasib mereka adukan.

Meski sukses DKUKMPP membentuk legalitas KMP di seluruh nagari se-Kabupaten Solok, sayangnya KPRI dan koperasi internal DKUKMPP hingga kini kabarnya sudah kabur, seiring bagaikan ditelan bumi.

Ini barometer bagi pembina maupun penggiat koperasi di Solok Raya. Sebab, dalam pekan terakhir ini sedang masuk pemberitaan media online 7.topone.id dan Ekspos Sumbar.Com. * B1N-Ys