Medan-Beritasatunews.id | Taman De Boer yang berada di dalam areal Hotel Grand Inna (Hotel Dharma Deli-red), dahulu merupakan salah satu destinasi wisata yang sering dikunjungi masyarakat Kota Medan, maupun masyarakat dari luar kota yang bermalam di hotel tersebut.
Suasana asri dengan pohon rindang di sekitarnya ditambah penataan taman yang cukup nyaman, membuat pengunjung yang datang menjadi betah berlama-lama untuk sekadar duduk dan mengobrol. Apalagi nuansa religiusnya kian terasa dengan adanya Masjid Al-Hasanah yang sangat representatif dan merupakan bagian dari fasilitas umum hotel.
Taman De Boer ini selalu ramai dikunjungi masyarakat dari semua lapisan yang sekadar untuk spot foto prewedding dan pribadi. Apalagi usai melaksanakan salat fardu di Masjid Al-Hasanah sembari menikmati secangkir kopi dan jajanan ringan serta aneka kuliner, hal ini semakin menambah sensasional dan kenyamanan taman.
Namun, Taman De Boer yang dahulunya asri, nyaman, ditambah penataan landscape yang indah, kini merana dan berubah menjadi tidak terawat, kusam walaupun tampak beberapa petugas kebersihan sigap menyapu, namun sepertinya perawatan taman ini nyaris tidak ada.
“Sejak covid melanda taman ini tidak lagi terawat, sebab sebagian karyawan dirumahkan, jadi tidak ada lagi pekerja yang mengurusi taman ini, bang,” ujar salah seorang pengunjung kepada media, Jumat (3/11/2023).
Beberapa pondok yang dahulunya ramai para jemaah masjid usai menunaikan salat fardu, atau masyarakat dan tamu hotel sekadar duduk dan minum kopi, kini tidak terlihat lagi, mengingat cafe the River juga sudah hengkang.
“Saat sebelum covid melanda, taman ini selalu ramai dikunjungi, bang. Apalagi jamaah masjid usai salat, duduk menikmati wisata alur Sungai Deli, namun kini sudah seperti mati suri. Kita berharap manajamen hotel kiranya dapat mengaktifkan kembali Taman De Boer dan cafe the River, sebagai tempat wisata alternatif bagi warga Kota Medan,” ujar Ibrahim salah seorang karyawan BUMN. * B1N-Nana







